Rumus Gerak Vertikal

Wawasan Edukasi – Gerak vertikal merupakan salah satu gerak yang termasuk dalam gerak lurus berubah beraturan.

Pada gerak vertikal, terdapat tiga macam gerak vertikal yang harus dipahami, yaitu gerak vertikal ke atas, gerak vertikal ke bawah dan gerak jatuh bebas.

1. Gerak Vertikal ke Atas
Gerak vertikal ke atas merupakan suatu pergerakan benda dari posisi terendah atau dikenal dengan istilah ketinggian 0 (h = 0) menuju posisi tertingi maksimum yang dapat dicapai oleh benda tersebut.

Agar benda dapat bergerak vertikal ke atas, tentunya kecepatan awal benda tidak sama dengan nol. Bila kecepatan awal sama dengan nol, secara otomatis benda akan diam dan tidak bergerak.

Kecepatan inilah yang akan mempengaruhi ketinggian maksimal suatu benda dalam bergerak vertikal ke atas. Semakin tinggi kecepatan suatu benda dalam bergerak vertikal ke atas, maka ketinggian maksimumnya juga akan semakin tinggi.

Perhatikan gambar di bawah ini!

 Pada gerak vertikal ke atas, benda yang menuju atas mengalami perlambatan dan percepatan.

Perlambatan akan dialami oleh benda ketika benda sudah hampir mencapai ketinggian maksimum dan benda akan berhenti sejenak ketika berada pada titik tertinggi maksimum sebelum kemudian benda mulai jatuh. Perlambatan yang dialami benda ketika menuju ketinggian maksimum karena arahnya berlawanan dengan gaya gravitasi bumi (a = – g).

Perlambatan yang dialami benda tetap disebut dengan istilah percepatan, hanya saja hasilnya atau angkanya akan bernilai negatif karena arahnya berlawanan dengan arah gravitasi.

Setelah mencapai ketinggian maksimum, benda akan jatuh kembali dan mengalami percepatan bila benda hendak menyentuh tanah.

Kecepatan benda setelah beberapa detik meluncur ke atas.
 Benda yang bergerak ke atas pasti kecepatannya tidak konstan (tetap), ini disebabkan karena pengaruh gaya gravitasi bumi. Bila kecepatan awal benda saat dilempar ke atas adalah V0, maka kecepatan benda setelah beberapa saat atau beberapa detik (t) dilempar ke atas adalah Vt. Bila dituliskan dalam bentuk matematis, maka hubungan ke duanya akan terbaca seperti rumus di bawah ini!

Vt =  V0 – g.t
Dimana:
Vt  adalah kecepatan benda saat t sekon (m/s)
V0 adalah kecepatan awal benda (m/s)
g adalah gaya gravitasi bumi (m/s**)
t adalah waktu (s)

Apabila persamaan di atas dihubungkan dengan ketinggan, atau perpindahan, maka persamaan matematisnya akan terbaca seperti berikut!
Vt** =  V0** – 2.gh
Dimana:
Vt  adalah kecepatan benda saat t sekon (m/s)
V0 adalah kecepatan awal benda (m/s)
g adalah gaya gravitasi bumi (m/s**)
h adalah ketinggian atau perpindahan (m)
Seperti yang telah disebutkan di atas, bila benda sudah berada pada posisi maksimum, benda akan berhenti sejenak, sehingga kecepatan benda akan sama dengan 0. 
Vt = 0

Perpindahan pada gerak vertikal ke atas
Benda yang dilempar ke atas, tentu juga akan berlaku hukum perpindahan benda, namun apakah sama perpindahan benda yang dilempar ke atas dengan perpindahan seorang pelari?

Bila biasanya perpindahan dilambangkan dengan huruf s dan ketinggian dilambangkan dengan huruf h. 

Perhatikan gambar!
Jika melihat gambar, besar perpindahan dengan ketinggian sama. Sehingga perpindahan pada gerak vertikal ke atas dapat pula dilambangkan dengan huruf h.

Secara umum, persamaan perpindahan benda pada gerak vertikal ke atas dapat ditulis sebagai berikut!

Dimana:
h adalah ketinggian (m)
V0 adalah kecepatan awal benda (m/s)
g adalah gaya gravitasi bumi (m/s**)
t adalah waktu (s)

Catatan:
tanda ** merupakan tanda yang menunjukkan bahwa satuan atau persamaan tersebut dalam bentuk kuadrat

Baca juga

  1. Rumus gerak lurus beraturan dan berubah beraturan
  2. Rumus kelajuan dan kecepatan rata-rata 
Loading...

Pencarian Populer

  • kapan benda berhenti sejenak

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *