Contoh Pidato Agama

 Berikut adalah beberapa contoh pidato agama yang bisa kami gunakan sebagai referensi dalam menyusun naskah pidato.

Pidato agama ini juga bisa kalian gunakan sebagai bahan untuk kultum maupun naskah khutbah jumat. 

Silahkan disesuaikan dengan situasi.

Contoh Pidato Pentingnya Ikhlas Dalam Beramal

Beramal



Assalamualaikum wr wb

(Pembukaan pidato)

Hadirin sekalian yang dirahmati Allah SWT.
Melalui mimbar ini, dikesempatan yang baik ini, saya mengajak dan menekankan diri pada saya sendiri khususnya dan hadirin semua untuk selalu meningkatkan iman dan taqwa kita kepada ALLAH SWT. dengan menjalankan segala yang diperintahkanNya dan menjauhi apa saja yang dilarangNya.

Selain itu, marilah kita berusaha dengan sekuat hati tenaga dan pikiran untuk selalu menjalankan sunah sunah yang dianjurkan serta meninggalkan hal-hal yang memang makruh untuk dikerjakan.

Mari kita tinggalkan semua kegiatan aktivitas kita yang tidak menambah nilai pahala dan kemaslahatan bagi orang banyak. Kita laksanakan itu semua dengan tulus ikhlas. Mudah-mudahan dengan usaha kita ini, kita bisa menjadi hamba Allah yang beruntung baik di dunia maupun di akhirat.

Hadirin yang dirahmati Allah SWT,
Ikhlas adalah inti dari setiap ibadah yang kita lakukan. Apakah ibadah kita itu akan diterima ataupun ditolak oleh Allah, kita tidak akan tahu. Yang harus kita perhatikan adalah keikhlasan hati dalam menjalankan setiap ibadah. Ikhlas akan membawa keringan hati dalam melangkah. Ikhlas dalam beramal, berarti kita hanya tertuju pada Allah, tidak memikirkan imbal balik dari orang lain.

Ikhlas itu tidak mengharapkan pujian dari siapapun. Kalau bisa, jangan sampai ada yang mengetahui kalau kita itu sedang beramal. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS. AL BAYYINAN AYAT 6 :

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

Hadirin yang berbahagia,

Bukankah setiap kita melaksanakan shalat, kita berikrar untuk menyerahkan diri kita sepenuhnya ke tangan Allah. Hidup mati, amal ibadah sepenuhnya kepada Allah. Sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT dalam QS Al An'am ayat 162

"Katakanlah, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam."

Niat yang benar dalam menjalankan amal ibadah dan konsisten dengan niat itu hingga pari purna menjadi sangat penting. Apakah ibadah seseorang itu dilakukannya karena Allah atau demi yang lain. Berkaitan dengan hal itu, Allah SWT berfirman dalam QS Hud ayat 112-113

"Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seseorang penolong pun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan."

Hadirin yang berbahagia,

Ketika seseorang ingin amal ibadahnya di dunia ini diterimah oleh Allah SWT, maka dia harus menata kembali niatnya dengan baik dan benar. Jangan sampai ibadahnya karena ada maksud dan tujuan lain selain Allah. Jika demikian, Allah tidak mau menerima amal ibadah seseorang yang memang bukan karena Allah SWT.

Hadirin yang berbahagia,

Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan kepada kalian semua pada kesempatan yang baik ini. Mudah-mudahan, apa yang saya sampaikan dapat berguna bagi saya pribadi khususnya dan bagi para hadirin pada umumnya.

Semoga kita diberikan kekuatan dan kesabaran dalam melakukan amal ibadah secara tulus ikhlas hanya kepada Allah SWT. Sehingga Allah berkenan menerimanya dan memberikan imbalan kepada kita berupa pahala sebagai jalan kita menuju ke surga-Nya.


Contoh Pidato tentang Cinta Kepada Rasulullah SAW

Assalamualaikum

Hadirin yang saya hormati, (Silahkan pilih pembukaan pidato di contoh pembukaan pidato)

Pada kesempatan yang mulia ini, melalui mimbar ini, saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan pada para hadirin sekalian, marilah kita terus menerus berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, dengan menunaikan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. dan marilah kita selalu meningkatkan kewaspadaan dalam kehidupan ini, agar kita tidak terseret oleh rayuan setan dan bujuk nafsu yang akan menggelincirkan kita ke dalam kehinaan dan kenistaan. 

Karena dengan iman dan takwa kita akan mendapatkan keberuntungan dan kebahagiaan yang besar di dunia dan akhirat. 

Mari kita tingkatkan kesadaran dan kecintaan kita kepada ana-anak yatim, agar kita termasuk orang yang bisa bersama Nabi SAW di dalam surga Allah SWT, kelak di hari kemudian, amiin

Hadirin yang saya hormati,

Rasulullah SAW adalah orang yang paling berjasa pada kita, sebab karena beliau kita berada pada jalan yang lurus, jalan keselamatan yaitu dinul islam. Digambarkan dalam Al Quran bahwa manusia sebelum diutusnya Beliau telah berada di tepi bibir jurang neraka, lalu sebab diutusnya beliau dapat terselamatkan.

Sebagaimana yang terkandung dalam QS Ali Imron ayat 103

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk."

Sebagai seorang nabi, Beliau sangat sayang dan tidak tega terhadap umatnya jika berada pada kenistaan dan kesesatan. Beliau berjuang keras demi keselamatan umatnya sampai menjadi umat yang terbanyak dan paling dahulu masuk surga daripada umat-umat yang lain, sekalipun beliau seorang nabi terakhir. 

Dijelaskan dalam QS At Taubah ayat 128

"Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin."


0 Response to "Contoh Pidato Agama"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel