Marhaban Yaa Syahra Ramadhan

Pembukaan Khutbah Jumat

Ma’asyiral muslimin, jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah

Pada kesempatan yang bak kali ini, di hari dan blan yang mulia, penuh berkah, rahmat ampunan dan pembebasan dari neraka ini, kami mengajak pada hadirin para jama’ah jum’ah, utamanya pada diri saya sendiri, marilah kita tingkatkan ketaatan dan amal ibadah kita di blan yang suci ini, dengan puasa di siang harinya, shalat Tarawaih dan qiyamullail, memberi buka puasa, kita menjadi orang yang benar-benar bertakwa kepada Allah SWT, amiin.

Baca juga: ceramah tentang sedekah

Ma’asyiral muslimin, jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah

Telah datang pada kita bulan yang penuh berkah, rahmat, ampunan dan pembebasan dari neraka, mari kita sambut kedatangannya, marhaban bika yaa syahra ramadhan, marhaban bika syahrat thaa’ati wal ghufran, selamat datang bulan ramadhan yang penuh rahmat dan ampunan, bulan cahaya dan hidayah, bulan ibadah dan bulan al quran.

Bacakan Surah Al Baqarah ayat 185

Ma’asyiral muslimin, jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah

Dinamakannya Ramadhan, ada kalanya karena panasnya lapar dan dahaga yang dirasakan oleh orang-orang yang berpuasa, atau karena hangusnya dosa-dosa pada bulan itu, atau karena bulan puasa pada wtu itu, bertepatan dengan musin panas.

Bulan ramadhan adalah bulan turunnya Al Qur’an, yaitu pada malam qadar. Pada malam itu, Al Quran mulai diturunkan, atau pada malam itu, Al Quran diturunkan secara keseluruhan sekaligus pada langit dunia. Kemudian diturunkan secara berangsur-angsur ke bumi.

Diriwayatkan bahwa shuhuf Nabi Ibrahim as, diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan, kitab taurat diturunkan pada malam keenam bulan ramadhan, berselang selama 700 tahun sesudah shuhuf nabi Ibrahim as, Kitab Zabur diturunkan pada malam 12 bulan ramadhan, berselang 500 tahun sesudah kitab Taurat. Kitab Injil diturunkan pada malam 18 bulan ramadhan, berselang 1200 tahun sesudah kitab Zabur. Dan Al Quran diturunkan pada malam 27 bulan ramadhan, berselang 620 tahun setelah kitab Injil.

Bulan ramadhan menjadi begitu istimewa dengan diwajibkannya puasa di bulan itu, disebabkan karena diturunkannya kitab suci Al Quran pada bulan itu sebagai petunjuk manusia. Ayat-ayatnya sangat jelas memberi petunjuk kebenaran dan sebagai pembeda antara yang haq dan yang batil, karena di dalam Al Quran itulah hukum-hukum Allah ditetapkan.

Ma’asyiral muslimin, jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah

Pada bulan inilah pintu-pintu surga dibuka, sebaliknya, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Nabi Muhammad SAW bersabda:

Artinya:

Apabila bulan ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebuah bulan, segala kebaikan terhimpun di dalamnya dengan pelipatgandaan pahala yang luar biasa. Sehingga kalau saja manusia mengetahui keistimewaan yang ada di dalam ramadhan, tentu ia berharap setahun penuh itu semuanya sebagai bulan ramadhan. Sebagaimana sabda nabi Muhammad SAW berikut ini

Artinya

Dari Ibnu Abbas ra. dia berkata, aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “seandainya ummatku mengetahui apa yang ada di dalam bulan ramadhan, tentu mereka akan berharap agar kiranya satu tahun itu semuanya menjadi ramadhan.

Ma’asyiral muslimin, jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah

Mari kita sambut bulan ramadhan, sebuah bulan istimewa, bulan berkah, bulan rahmat, bulan pengampunan, dengan hati yang riang gembira, kesiapan lahir dan batin untuk melakukan ketaatan dan kebaktian. Sabda Nabi Muhammad SAW

Artinya

Dari Nabi saw, beliau bersabda, “barangsiapa yang bergembira dengan datangnya blan ramadhan, maka Allah mengharamkan jasadnya masuk neraka.”

Diceritakan bahwa konon ada seorang laki-laki bernama Muhammad, ia hampir tidak pernah mengerjakan sholat. Tetapi ketika bulan ramadhan tiba, dia berhias diri dengan memakai pakaian yang bagus dan wangi-wangian, lalu mengerjakan shalat dan mengqadha shalat-shalat yang ia tinggalkan. Ketika ditanya padanya, “Mengapa kamu mengerjakan demikian?” Dia menjawab, “ini adalah bulan taubat, rahmat dan bulan penuh berkah. mudah-mudahan Allah berkenaan mengampuni au, berkat kemuliaan dan karunia-Nya.” Setelaah dia meninggal, dilihatlah dia dalam mimpi dan kepadanya ditanyakan, “Apa yang diperbuat Allah padamu?” Dia menjawab, “Allah telah mengampuni au, berkat aku menghormati dan mengagungkan bulan ramadhan.”

Nabi SAW bersabda

“Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, bahwa Nabi saw bersabda, “Barangsiapa yang menunaikan puasa di blan ramadhan dengan penuh keimanan, dan keikhlasan karena Allah, maka diampuni dosa-dosa yang telah lalu.” (HR Bukhari)

Ma’asyiral muslimin, jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah

Mengakhir khutbah pada kesempatan ini, marilah kita pergunakan kesempatan emas di bulan ramadhan ini sebaik-baiknya dan seoptimal mungkin dengan memperbanyak ibadah, puasa, qiyamullail, membaca al quran, sedekah dan aktifitas kesalehan lainnya. Dengan begitu, mudah-mudahan kita menjaid hamba Allah yang benar-benar bertakwa, beruntung di dunia dan mendapatkan surga di akhirat. Amiin.

Doa Penutup Khutbah

Selengkapnya baca 25+ Contoh Khutbah Jumat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *