Perhiasan Terindah Bagi Seorang Muslim

2 min read

jilbab, muslimah,

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

( Pembukaan Ceramah)

Muslimin muslimah yang dimuliakan Allah SWT,

Puji syukur alhamdulillah atas segala ni’mat dan rahmat yang Allah berikan kepada kita sekalian, sehingga kali ini kita diperkenakan menghadiri majlis ini dalam keadaan sehat wal afiat.

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW, junjungan sekaligus tauladan kita, juga kepada segenap keluarga kita, para sahabat serta orang-orang yang senantiasa istiqomah mengikuti risalah beliau.

Muslimin muslimah yang dimuliakan Allah SWT,

Banyak sekali kesenangan dunia yang ditawarkan kepada kita sehingga kalau kita tidak waspada dan berhati-hati, maka sudah barang tentu kita akan terperangkap pada kesenangan yang penuh dengan tipu daya tersebut. Namun sebaik-baiknya kesenangan yang ditawarkan kepada kita adalah istri yang shalihah. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya:

“Dunia adalah kesenangan, dan sebaik-baiknya kesenangan adalah istri yang shalihah; jika suami memandangnya maka ia akan membuat gembira suaminya; jika suami menyuruhnya maka ia mentaatinya; jika suami pergi (tidak ada tempat), maka ia memelihara kehormatan dirinya dan harta benda suaminya”.

Muslimin muslimah yang dimuliakan Allah SWT

Rasulullah telah menyebutkan tiga ciri dari pada istri shalihah:

Jika suami memandang pada dirinya, maka suami merasa bahagia dan senang, namun kategori istri shalihah bukan hanya menyenangkan jika dilihat dengan pandangan mata saja akan tetapi juga menyejukkan bila dilihat dengan pandangan hati. Karena itu setiap istri hendaklah mempercantik dan memperindah dirinya baik itu dari bentuk lahiriyah yang berarti menjaga kebersihan tubuh, pakaian dan lingkungan, juga dari bentuk batiniah yang berarti menghiasai dirinya dengan akhlakul karimah.

Muslimin muslimah yang dimuliakan Allah,

Adapun ciri yang kedua adalah jika suami menyuruh, maka ia menaatinya, dalam artian selama yang diperintahkan itu bukan suatu yang dilarang oleh agama. Jika terjadi sebaliknya, maka istri hendaklah memberikan nasehat dengan cara yang baik atas kesalahan atau mungkin kekhilafan dari suaminya tersebut.

Sedangkan ciri yang terakhir adalah jika sang suami tidak ada di tempat, entah itu sedang bekerja atau merantau, maka ia memelihara kehormatan dirinya dan harta benda suaminya.

Muslimin muslimah yang berbahagia,

Dengan memiliki ketiga sikap di atas, maka insyaallah muslimah sekalian akan menjadi istri-istri yang mulia di mata Allah SWT, dicintai dan dikasihi oleh suami serta diteladani dan dihormati oleh putra-putrinya.

Seorang istri yang shalihah merupakan dambaan semua insan pria di muka bumi. Karena selain akan menemaninya di dunia istri shalihah juga akan menemaninya di syurga. Perannya sangat fital dalam eksistensi sebuah keluarga muslim. Ia dapat mengingatkan suaminya dikala suaminya lupa diri. Ia adalah orang pertama yang mengetahui permasalahan suaminya dan yang paling menmahami solusi yang terbaik, dan lain-lain.

Istri shalihah merupakan calon ibu dari anak-anak generasi penerus. Di pundaknya terbebani amanah mulia yang amat berat yakni mengasuh, mendidik, dan mempersiapkan bekal materi dan iman bagi anak-anaknya. Sungguh hidup ini betapa indah jika dikelilingi anak-anak yang berbakti , beriman, pandai, dan berguna bagi nusa dan bangsa. Dan ini hanya bisa dilakukan oleh seorang ibu atau istri yang shalihah, didasarkan pada kesempatan yang lebih banyak kepada mereka untuk berinteraksi satu sama lain.

Untuk memperoleh istri shalihah sebagaimana diterangkan tadi, seorang laki-laki harus menjadikan agama sebagai skala priorotas dalam memilih seorang calon pendamping hidup. Kualitas agamanya dapat dilihat dari kekhusyuan ibadahnya kepada Allah dan perilakunya yang santun dalam kehidupan sehari-hari.

Boleh saja seorang laki-laki menikahi perempuan karena kecantikannya, kekayaannya atau karena keturunannya. Namun jika ia melupakan agama sebagai prioritas, maka penyesalan yang akan ia rasakan nantinya. Karena dengan agama, seorang istri akan santun tutur katanya, sopan tingkah lakunya, dan khusyuk ibadahnya, serta mengetahui secara detail hak dan kewajibannya sebagai seorang istri. Ia mampu memposisikan diri, sebagai istri, ibu bagi anak-anak, sebagai anggota keluarga, dan anggota masyarakat. Kecantikan, kekayaan, dan keturunan adalah bersifat fana, tidak abadi dan mudah lenyap sewaktu-waktu, sedangkan agama akan terus dibawa hingga ajal datang. Nabi bersabda:

Artinya:

Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, karena nasabnya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya engkau akan selamat. (HR. Bukhari Muslim)

Oleh karena itu saudara-saudara, jika diantara kita ada yang hendak mencari seorang wanita sebagai pendamping hidup, maka hendaknya menjadikan agama sebagai tolak ukur. Karena dengan agama, kepribadian dan tingkah laku seseorang menjadi baik, santun, sopan dan berkualitas. Ini adalah bekal utama bagi seseorang yang hendak mengarungi bahtera rumah tangga di tengah-tengah samudra kehidupan menuju pelabuhan akherat.

Sekiranya cukup yang dapat saya sampaikan, mudah-mudahan memberikan manfaat terutama bagi saya khususnya dan semua pada umumnya.

Wabillahi taufiiqu wal hidayah wa rridho wal ‘inaayah

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Artikel Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *