PENELITIAN EX-POSTFACTO

5 min read

Pengertian Penelitian Ex-Post Facto

Penelitian ex-postfacto merupakan penelitian dimana rangkaian variabel-variabel bebas telah terjadi, ketika peneliti mulai melakukan pengamatan terhadap variabel terikat (Sukardi 2007: 174). Penelitian ini juga sering disebut after the fact atau sesudah fakta dan ada pula peneliti yang menyebutnya sebagai retrospective study atau studi penelusuran kembali.

Kerlinger (1993) mendefinisikan penelitian ex-postfacto adalah penemuan empiris yang dilakukan secara sistematis, peneliti tidak melakukan kontrol terhadap variable-variabel bebas karena manifestasinya sudah terjadi atau variable-variabel tersebut secara inheren tidak dapat dimanipulasi. Sebagai contoh: Seorang peneliti ingin mengetahui pengaruh merokok terhadap kemampuan menyerap oksigen dalam darah. Peneliti tidak mungkin melakukan eksperimen dengan menyuruh orang menghisap beberapa batang rokok dalam sehari untuk diketahui pengaruhnya terhadap kemampuan darah dalam mengikat oksigen.

Berdasarkan uraian di atas, penelitian ex-postfactomerupakan penelitian untuk menjelaskan atau menemukan bagaimana variable-variabel dalam penelitian saling berhubungan atau berpengaruh, tetapi juga mengapa gejala-gejala atau perilakun itu terjadi.

KARAKTERISTIK PENELITIAN EX-POSTFACTO
Ada tiga karakteristik penting yang perlu diketahui oleh para peneliti dalam kaitannya dengan penelitian korelasional (Sukardi 2007: 166) yaitu :

  1. Penelitian korelasi tepat jika variabel kompleks dan peneliti tidak mungkin melakukan manipulasi dan mengontrol variabel.
  2. Memungkinkan variabel diukur secara intensif dalam kondisi setting nyata.
  3. Memungkinkan peneliti mendapatkan derajat asosiasi yang signifikan
    Penelitian eksperimental, dan ex-postfacto dasar logika yang digunakan dan tujuan yang ingin dicapai sama yaitu menentukan validitas empiris. Contoh: jika x maka y. Perbedaan antara penelitian eksperimen dan ex-postfacto adalah tidak ada kontrol langsung variable bebas dalam penelitian ex-postfacto. Penelitian ex-postfacto dilakukan jika dalam beberapa hal penelitian eksperimen tidak dapat dilaksanakan. Hal tersebut adalah:
    a) Jika tidak mungkin memilih, mengontrol, dan memanipulasi faktor-faktor yang diperlukan untuk meneliti hubungan sebab akibat secara langsung
    b) Jika control semua variable kecuali independent tunggal, tidak realistik, dan artificial, mencegah interaksi yang normal dengan variable lain yang mempengaruhi.
    c) Jika kontrol secara laboratori untuk beberapa tujuan tidak praktis, dari segi biaya dan etik dipertanyakan.
    C. MACAM-MACAM EX-POSTFACTO
    Penelitian Ex-postfacto dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu correlational study dan criterion group study. Jenis pertama, correlational study juga popular disebut causal research dan yang kedua disebut causal compararative research, yaitu penelitian yang berusaha mencari informasi tentang mengapa terjadi hubungan sebab akibat (Sukardi 2007: 165). Kedua jenis penelitian tersebut secara ringkas dijelaskan pada bab berikut.
  4. Penelitian Korelasi
    Penelitian ex-postfacto diartikan sebagai suatu penyeidikan yang menguji hubungan variabel yang terwujud sebelumnya. Jenis pendekatan penelitian ini seringkali digunakan dalam bidang pendidikan, psikologis dan sosiologis karena sebagian besar variabel yang diselidiki dalam bidang-bidang tersebut tidak secara langsung dapat dimanipulasi oleh peneliti.
    Penelitian korelasi dalam bidang pendidikan, sosial, maupun ekonomi banyak dilakukan oleh para peneliti. Penelitian ini dilakukan, ketika mereka ingin mengetahui tentang kuat atau lemahnya hubungan variabel yang terkait dalam suatu objek atau subjek yang diteliti. Hal ini sesuai dengan anjuran Gay yang dikutip Consueo G. Sevilla dan kawan-kawan yang menyatakan bahwa:
    Correlational research is a research study that involves collecting data in order to determine whether and to what degree a relationship exists between two or more quantifiable variables
    Penelitian korelasi adalah suatu penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan data guna menentukan, apakah ada hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih. Adanya hubungan dan tingkat variabel ini penting, karena dengan mengetahui tingkat hubungan yang ada, peneliti akan dapat mengembangkannya sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian korelasi, seperti yang dikatakan Gay, merupakan salah satu bagian penelitian Ex-postfacto karena mencari peneliti tidak memanipulasi keadaan variabel yang ada dan langsung mencari keberadaan hubungan dan tingkat hubungan variabel yang direfleksikan dalam koefisien korelasi. Walaupun demikian, ada peneliti lain seperti di antaranya Nazir yang mengelompokkan penelitian korelasi ke dalam penelitian deskripsi. Pada sisi lain, menurut Nazir sebagaimana yang dikutip oleh Sukardi sering diperlukan sebagai penelitian deskriptif, karena penelitian tersebut juga berusaha menggambarkan kondisi yang sudah terjadi. Dalam penelitian ini, peneliti berusaha menggambarkan kondisi sekarang dalam konteks kuantitatif yang direfleksikan dalam variabel. Perbedaan padangan tentang posisi penelitian korelasi, tidak perlu diperdebatkan karena keduanya berpijak dari sisi yang sedikit berbeda. Yang penting dalam hal ini adalah pilih metode ini secara tepat agar dapat memecahkan permasalahan penelitian.
    Penelitian korelasi mempunyai tiga karakteristik penting untuk para peneliti yang hendak menggunakannya. Tiga karakteristik tersebut, di antaranya adalah :
    a) Penelitian korelasi tepat jika variabel kompleks dan penelitian tidak mungkin melakukan manipulasi dan mengontrol variabel seperti dalam penelitian eksperimen.
    b) Memungkinkan variabel diukur secara intensif dalam setting (lingkungan) nyata, dan
    c) Memungkinkan peneliti mendapatkan derajat asosiasi yang signifikan.
    Penelitian korelasi mencangkup pengumpulan data guna menentukan adakah hubunga antar variabel dalm subjek atau objek yang menjadi perhatian untuk diteliti. Penelitian korelasi, lebih tepat jika peneliti memfokuskan usahanya dalam mencapai informasi yang dapat menerangkan adanya fenomena yang kompleks melalui hubungan antar variabel. Sehingga, peneliti juga dapat melakukan eksplorasi setuju melalui teknik korelasi parsial dimana peneliti mengeliminasi salah satu pengaruh variabel agar dapat dilihat hubungan dua variabel yang dianggap penting.
    Di bidang pendidikan, studi korelasi biasanya digunakan untuk melakukan penelitian terhadap jumlah variabel yang diperkirakan mempunyai peranan signifikan dalam mencapai keberhasilan proses pembelajaran sebagai contoh, misalnya tentang pencapaian hasil belajar dengan motivasi internal, belajar strategi intensitas kehadiran mengikuti pelajaran dan sebagainya.
  5. Penelitian Kausal Komparatif
    Metode penelitian yang erat dengan penelitian korelasi adalah penelitian causal comparative atau hubungan sebab akibat. Di dalam mengelompokkan jenis penelitian ini, ada para ahli yang memasukkan penelitian kausal komparatif sebagai penelitian deskriptif. Alasan yang mendasarinya adalah bahwa penelitian tersebut berusaha menggambarkan keadaan yang telah terjadi. Sementara itu, ada pula peneliti yang memasukkan penelitian kausal comparative sebagai penelitian ex-postfactodengan alasan bahwa dalam penelitian itu, variabel juga telah terjadi dan peneliti tidak berusaha memanipulasi atau mengontrolnya. Pada penelitian kausal komparatif, variabel penyebab dan variabel yang dipengaruhi telah terjadi dan diselidiki lagi dengan cara menurun kembali.
    Sebenarnya dalam penelitian kausal komparatif, peneliti dapat juga berusaha menentukan alasan atau penyebab status objek yang diteliti. Hal demikian seperti dinyatakan oleh Gay yang dikutip Sukardi dalam bukunya metode penelitian mengatakan :
    Causal comparative is that research in which the researcher attempts to determine the cause or reason for existing differences in the behaviors or status or groups of individuals.
    Pendekatan dasar kausal komparatif melibatkan kegiatan peneliti yang diawali dari mengidentifikasi pengaruh variabel satu terhadap variabel lainnya, kemudian dia berusaha mencari kemungkinan variabel penyebabnya. Atau dengan kata lain dalam penelitian kausal komparatif peneliti berusaha mencermati pertanyaan penelitian what is the effect of X? sebagai contoh, apa pengaruh yang terjadi, jika seorang anak tanpa mengikuti sekolah taman kanak-kanak, kemudian langsung masuk kelas satu sekolah dasar? Dalam kasus pendidikan apa yang terjadi bila mahasiswa baru yang berasal dari SMU, tanpa malalui kuliah matrikulasi langsung mengambil mata kuliah teknik, sebagai halnya mahasiswa dari SMK?.
    D. PELAKSANAAN PENELITIAN EX-POSTFACTO
    Tidak adanya manipulasi perlakuan dan penempatan subyek secara acak menyebabkan validitas internal dalam penelitian ex-postfactokurang dapat dikendalikan. Dengan kata lain, hipotesis tandingan yang logis sulit dibatasi. Akan tetapi, dengan perencanaan yang baik, hal ini dapat ditekan seminimal mungkin sehingga hasilnya akan mendekati penelitian eksperimen. Untuk mendapatkan hasil yang demikian ini, peneliti perlu melalui langkah-langkah berikut ini
  6. Perumusan masalah. Masalah yang ditetapkan harus mengandung sebab atau kausa bagi munculnya variabel dependen, yang dapat diketahui berdasarkan hasil-hasil penelitian yang pernah dilakukan atau penafsiran peneliti terhadap hasil observasi terhadap fenomena yang sedang diteliti.
  7. Setelah masalah dirumuskan, peneliti harus mampu mengidentifikasi hipotesis tandingan atau alternative yang mungkin dapat menerangkan hubungan antar variabel independent dan dependen.
  8. Penentuan kelompok subyek yang akan dibandingkan. Pertama-tama, kelompok yang dipilih harus memiliki karakteristik yang menjadi konsen penelitian.
  9. Pengumpulan data. Hanya data yang diperlukan yang dikumpulkan, baik yang berkenaan dengan variabel dependen maupun berkenaan dengan factor yang dimungkinkan memunculkan hipotesis tandingan.
  10. Analisis data. Teknik analisis data yang digunakan serupa dengan yang digunakan dalam penelitian diferensial maupun eksperimen, di mana perbandingan nilai variabel dependen dilakukan antar kelompok subyek atas dasar faktor yang menjadi konsen.
  11. Penafsiran hasil. Pernyataan sebab akibat dalam penelitian ini perlu dilakukan secara hati-hati. Kausalitas hubungan antar variabel independent dan dependen sangat tergantung pada kemampuan peneliti untuk memilih kelompok perbandingan yang homogen dan keyakinan bahwa munculnya hipotesis tandingan dapat dicegah.
    E. KELEBIHAN PENELITIAN EX-POSTFACTO
  12. Sesuai untuk keadaan yang tidak dapat dilakukan oleh penelitian eksperimen
  13. Informasi tentang sifat fenomena apa yang terjadi, dengan apa kejadiannya, di bawah kondisi apa fenomena terjadi, dan dalam sekuensi dan pola seperti apa fenomena terjadi,
  14. Kemajuan dalam teknik statistik membuat desain ex-postfactolebih bertahan.
    F. KELEMAHAN PENELITIAN EX-POSTFACTO
  15. Kurang kontrol terhadap variable bebas
  16. Sulit memastikan apakah faktor-faktor penyebab telah dimasukkan dan diidentifikasi
  17. Tidak ada faktor tunggal yang menjadi sebab suatu akibat, tetapi beberapa kombinasi dan interaksi faktor-faktor berjalan bersama di bawah kondisi tertentu menghasilkan akibat tertentu.
  18. Suatu fenomena mungkin bukan saja hasil dari sebab yang banyak, tetapi juga dari satu sebab dalam satu hal dan dari sebab yang lain.
  19. Jika hubungan antara dua variable ditemukan, sulit menemukan mana yang sebab dan mana yang akibat.
  20. Kenyataan yang menunjukkan bahwa dua atau lebih faktor berhubungan tidak mesti menyatakan hubungan sebab akibat. Semua faktor bias jadi berhubungan dengan suatu faktor tambahan yang tidak dikenal atau tidak diamati.
  21. Mengklasifikasikan subyek ke dalam kelompok dikotomi (misalnya yang berprestasi dan yang tidak berprestasi) untuk tujuan komparasi penuh dengan masalah, karena kategori seperti ini adalah samar-samar, dapat bervariasi, dan sementara. Penelitian komparatif dalam situasi yang alami tidak memberikan seleksi subyek yang terkontrol. Sulit menempatkan kelompok subyek yang sama dalam segala hal kecuali pemaparan mereka terhadap satu variable.

G. Contoh Rumusan Masalah Penelitian Evaluatif

  1. Adakah hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar IPA siswa kelas…SD…
  2. Apakah ada pengaruh kedisiplinan belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas…SD…

Refrensi:
Consueo G. Sevilla dkk, 1993. Pengantar Metode Penelitian. Jakarta : Universitas Indonesia.
Nana Syaodih Sukmadinata. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Suharsimi Arikunto. 2007. Manajemen Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Sukardi. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta : PT Bumi Aksara.

Instrumen Penelitian

Instrumen Penelitian Wawasan Edukasi – Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian, baik data yang kualitatif maupun kuantitatif. Data kualitatif dapat...
Wawasan Edukasi
6 min read

Pengertian Hipotesis

Wawasan Edukasi
10 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *