Panduan Orangtua Mendampingi Anak Belajar dari Rumah

2 min read

belajar di rumah

Jakarta – Saat covid-19 menjadi kendala anak belajar di sekolah, maka saatnya para orang tua mendampingi anak belajar dari rumah. Meskipun tugas kantor menumpuk, namun tetap sebagai tanggung jawab orang tua terhadap anaknya, mendampingi anak belajar di rumah menjadi tantangan tersendiri. Yang perlu diingat adalah orangtua di rumah bukan untuk menggantikan semua peran guru di sekolah.

Berikut adalah panduan bagi orang tua agar dapat mendampingi anak belajar di rumah:

1. Membuat jadwal dan aturan bersama

jadwal belajar di rumah

Membantu anak membuat jadwal kegiatan bukan berarti membuatkan jadwal untuk anak,  namun memberikan kesempatan anak untuk membuat jadwal mereka sendiri. Hal ini membantu anak bertanggung jawab terhadap semua rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada hari berjalan.

Berikanlah waktu kepada anak untuk mengingat kembali apa yang harus dikerjakan secara harian. Tuliskan dan tempelkan jadwal kegiatan yang sudah dibuat anak di tempat yang mudah terlihat.

Diskusikan atau beri kesempatan anak untuk membuat dua opsi kegiatan sehingga ada pilihan kegiatan yang bisa dijalankan.

2. Ide Kegiatan

ide belajar di rumah

Bantu anak dengan ide kegiatan bila anak bingung menuliskan kegiatan yang akan dilakukan. Jika anak kesulitan menemukan ide kegiatan, bantu mereka dengan menyebutkan beberapa hal yang bisa dilakukan selain mengerjakan tugas dari sekolah. Misalnya,

  • Kegiatan Rutin Harian (Mandi pagi, sarapan, dan berdoa).
  • Kegiatan Belajar (Mengingatkan apa yang harus dikerjakan anak di rumah sesuai tugas yang diterbikan guru).
  • Kegiatan Fisika (Olahraga ringan, membersihkan halaman, membersihkan rumah atau kamar sendiri, membersihkan alat pribadi (seperti mencuci piring dan gelas setelah makan).
  • Kegiatan Lain (Membaca buku, bermain musik, menulis jurnal harian, bermain games, membantu orang lain di tengah wabah Covid-19 seperti memberikan makanan untuk yang memerlukan, mengumpulkan uang saku untuk sumbangan, dsb).

3. Komunikasi Positif

komunikasi

Bangun hubungan yang positif dan selalu bertanya dengan positif terutama ketika anak akan memulai sebuah kegiatan. Orangtua sangat penting untuk menanyakan sesuatu yang bisa dibantu sehingga membangun hubungan positif dengan anak.

Bantulah anak memahami apa yang harus dikerjakan dengan membaca kembali tugas dari sekolah. Jika masih mengalami kesulitan, orangtua atau anak bisa menghubungi kembali guru melalui telepon, SMS, atau WA untuk meminta penjelasan tugas yang dimaksud.

4. Ingatkan waktu

waktu

Ingatkanlah jadwal kegiatan dan waktu yang akan, sedang, dan telah digunakan anak.  Mengingatkan kegiatan yang sudah direncanakan bisa membantu mereka mencapai target.

Beberapa kegiatan yang sudah direncananakan kadang tidak bisa dikerjakan karena anak mengubah jadwal yang sudah dibuat. Ingatkanlah bahwa mengubah jadwal bisa dilakukan dengan menulis kembali perubahan pada jadwal yang sudah dibuat sehingga target-target kegiatan bisa dicapai.

5. Introspeksi

introspeksi

Introspeksi atau ingatkan diri kita masing-masing, orangtua bukan orang yang serba tahu segalanya.

Jika kita tidak mengerti tentang apa yang anak tanyakan, kita dapat siasati dengan membaca terlbih dahulu, lihat reverensi dari internet, bertanya pada sesame wali murid, bertanya kepada guru kelas.

6. Refleksi dan Relasi

refleksi

Orangtua bisa melakukan refleksi tentang apa yang sudah dilakukan bersama secara informal dengan mengobrol atau sambil makan malam atau cara lainnya

Bantu anak untuk melakukan refleksi tentang apa yang sudah dikerjakan pada hari itu. Lakukanlah refleksi dengan anak dalam aktivitas santai; sambil mengobrol di ruang keluarga, menjelang tidur, atau saat makan malam.

Jika anak diharuskan mengisi check list kegiatan atau semacamnya, bantu anak untuk melengkapi sebelum tidur.

Dengarkanlah cerita mereka. Pujilah capaian anak-anak hari ini dan berikan komentar atau saran jika diperlukan.

Yang terakhir, ada enam hal penting dalam membangun hubungan yang positif dalam mendampingi anak Belajar dari Rumah:

  1. Membuat dan menerapkan aturan bersama;
  2. Mengajukan pertanyaan positif jika ada sesuatu yang ingin diketahui tentang aktifitas anak;
  3. Memberikan apresiasi setiap hal baik yang sudah dilakukan anak;
  4. Mengkonfirmasi, bukan menghakimi atau memarahi anak jika ada hal yang menurut orangtua perlu diperbaiki dari anak;
  5. Memberikan waktu sepenuh hati untuk anak-anak;
  6. Memasang hasil karya anak di kamar dinding kamar atau tempat belajarnya sebagai bentuk apresiasi.

Image source: pixabay.com

PPDB KABUPATEN JOMBANG SUDAH DIBUKA, BURUAN SIAPKAN DIRIMU!

Penerimaan Peserta Didik Baru di Kabupaten Jombang sudah dibuka untuk umum. Pemerintah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana guna memperlancar kegiatan tersebut. Mulai dari sistem...
Ima Ruhma
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *