Mengintip Pendidikan New Normal Australia yang Patut Dicontoh

2 min read

Jakarta – Penerapan new normal atau tatanan baru akan segera diterapkan oleh pemerintah Indonesia. Salah satunya penerapan new normal akan dilakukan di bidang pendidikan. Salah satu wakil rakyat pun menyarankan untuk mencontoh Australia. Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian meminta Indonesia mencontoh Australia karena menurutnya itu bisa menjadi permulaan yang baik. Dengan mencontoh negara lain yang sudah lebih dulu menerapkan new normal, pemerintah Indonesia tak perlu mengulang dari nol.

Menurut Hetifah Sjaifudian di Australia pembelajaran tatap muka hanya dilakukan satu minggu sekali. Tatap muka di kelas lebih difungsikan sebagai sarana evaluasi belajar daring yang telah dilakukan selama sepekan. “Di beberapa negara bagian di Australia, murid-murid hanya masuk seminggu sekali sesuai jadwalnya dan hanya sebentar seperti ambil rapor,” ujarnya. Sementara itu dilansir ABC, Kamis (7/5/2020), saran pemerintah tentang apakah siswa harus bersekolah di tengah pandemi bervariasi di seluruh Australia. Selain itu, kadang-kadang menyebabkan kebingungan dan kontroversi. Perdana Menteri Scott Morrison ingin semua sekolah negeri kembali ke pembelajaran tatap muka pada Juni. Negara bagian Victoria terus mencegah orang tua mengirim anak-anak kembali ke sekolah. Tetapi New South Wales dan Queensland melakukan pengembalian bertahap.

Seperti apa kebijakan masing-masing negara bagian di Australia mengenai penerapan new normal di sekolah?

NEW SOUTH WALES

Pembukaan sekolah di New South Wales diadakan seminggu sekali mulai 11 Mei atau minggu ketiga semester kedua. Perdana Menteri Gladys Berejiklian mengatakan siswa kelas 12 akan menjadi prioritas ketika sekolah umum melanjutkan pengajaran tatap muka pada pertengahan Mei. Mereka masuk sekolah secara penuh, tapi siswa pada tingkatan lainnya bergiliran. Menurut pemerintah New South Wales, dengan melakukan pendekatan seperti ini hanya akan ada sedikit siswa yang masuk di hari yang sama.


QUEENSLAND

Pengumuman kembalinya dibuka sekolah dilakukan pada pertengahan bulan Mei oleh Menteri Utama Queensland Annastacia Palaszczuk 

Kemudian rencananya pada 15 Mei pemerintah akan mengevaluasinya. Jika berhasil atau laju transmisi rendah, pada akhir Mei semua siswa akan kembali ke sekolah. Palaszczuk mengatakan rencana itu dapat berubah jika terjadi peningkatan kasus virus corona, ada kasus baru, atau transmisi lokal. “Ini menjadi masalah bagi banyak orang dan saya tahu ini sangat sulit bagi orang tua di rumah,” kata Palaszczuk.

VICTORIA

Sekitar 97 persen siswa sekolah negeri Victoria belajar dari rumah. Saran dari pemerintah menegaskan semua siswa yang dapat belajar dari rumah harus belajar dari rumah, tapi siswa yang tidak dapat belajar di rumah dapat menghadiri sekolah reguler mereka. Perdana Menteri Daniel Andrews mengatakan pihaknya mengizinkan siswa kembali ke ruang kelas sebelum semester tiga jika bukti medis mendukung langkah tersebut. Sementara itu sekolah-sekolah negeri siap untuk kelas online selama semester kedua.


AUSTRALIA BARAT

Sekitar 60 persen siswa sekolah negeri di Australia Barat kembali ke ruang kelas untuk hari pertama semester pada akhir April. Menurut Perdana Menteri Mark McGowan dan Menteri Pendidikan Sue Ellery, anak-anak harus didorong untuk hadir, tapi orangtua memiliki pilihan untuk membuat mereka tetap di rumah jika mereka mau. Siswa kelas 11 dan 12 sangat disarankan untuk hadir. Begitu juga yang terjadi di Sekolah Catholic dan Independent Schools. Namun, siswa dari taman kanak-kanak hingga kelas 10 melakukan pembelajaran jarak jauh atau online. Setidaknya itu dilakukan empat minggu pertama masa pembelajaran, terlepas dari apakah mereka menghadiri kelas atau tidak.

AUSTRALIA SELATAN

Menteri Pendidikan Australia Selatan John Gardner justru mengharapkan para siswanya untuk hadir pada pembelajaran tatap muka. Lebih dari dua pertiga siswa sekolah negeri di Australia Selatan menghadiri kelas secara tatap muka akhir April.
Gardner mengatakan 23 persen siswa belajar dari rumah selama satu minggu, tetapi kebanyakan dari mereka diharapkan kembali ke sekolah awal Mei.


TASMANIA

Menurut Perdana Menteri Peter Gutwein, orangtua harus menjaga anak-anak mereka tetap di rumah jika bisa. Sekolah-sekolah di barat laut Tasmania dibuka kembali pada awal Mei setelah penguncian virus corona selama 3 minggu. Departemen Pendidikan Tasmania memprioritaskan siswa tahun-tahun pertama dan siswa sekolah menengah atas untuk kembali ke sekolah. Menteri Pendidikan Jeremy Rockliff mengatakan sekolah aman, tapi sebagian besar sekolah tetap ditutup untuk membatasi pergerakan orang di masyarakat. Pemerintah fokus pada bidang pendidikan tahun-tahun awal dan kelas 11 serta 12. Mereka menyadari siswa kelas 12 mengalami hal yang sulit.

Australian Capital Territory (ACT)
Di ibu kota nasional, sejumlah sekolah swasta memulai kelas tatap muka pada pertengahan Mei. Sementara itu, siswa sekolah negeri di Canberra mulai kembali ke sekolah pada 18 Mei di bawah pembukaan sekolah bertahap. Hal itu juga berlaku bagi siswa prasekolah, Taman kanak-kanak, dan siswa tahun ke-1, ke-2, dan ke-7. Siswa kelas 11 dan 12 juga kembali ke sekolah untuk siswa yang terdaftar dalam mata pelajaran yang membutuhkannya. Seminggu kemudian yaitu 25 Mei, siswa tahun ke-3, ke-4, dan ke-10, mulai sekolah juga. Terakhir yang kembali ke sekolah yaitu pada 2 Juni adalah siswa tahun ke-5, ke-6, ke-8, dan ke-9. Sebelum kembali ke sekolah, sebelumnya para siswa di ACT menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh. ACT Chief Minister Andrew Barr mengatakan ACT memiliki sistem pembelajaran jarak jauh terbaik di negara Australia.


PPDB KABUPATEN JOMBANG SUDAH DIBUKA, BURUAN SIAPKAN DIRIMU!

Penerimaan Peserta Didik Baru di Kabupaten Jombang sudah dibuka untuk umum. Pemerintah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana guna memperlancar kegiatan tersebut. Mulai dari sistem...
Ima Ruhma
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *