Masuk Kuliah di Jogja, Harus Sertakan Surat Bebas COVID-19.

1 min read

JOGJA – Informasi penting bagi para mahasiswa dari Universitas yang berada di Yogyakarta, bahwa pemerintah DIY mewajibkan mahasiswa yang masuk DIY harus memperoleh surat keterangan bebas Covid-19, sedangkan pola perkuliahannya diserahkan kepada perguruan tinggi masing-masing.

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi ( LLDIKTI) wilayah V menyatakan jika penataan ruang perkuliahan di tengah pandemi Covid-19 merupakan kewenangan dari masing-masing perguruan tinggi. LLDIKTI wilayah V sifatnya hanya memberikan arahan yang telah ditetapkan pemerintah pusat maupun daerah.

Sekretaris LLDIKTI Wilayah V Bhimo Widyo Andoko mengatakan jika untuk penataan ruang kuliah sepenuhnya adalah otonomi dari perguruan tinggi negeri maupun swasta yang ada di Jogja.

“Kami dari dari LLDIKTI wilayah V hanya memberikan arahan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah,” ujar Bimo, Jumat (5/6).

Menurut Bimo semua mahasiswa baik dari dalam Jogja maupun luar Jogja harus memberikan surat keterangan sehat bebas COVID-19 dari instansi pemerintah.

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi ( LLDIKTI) wilayah V meminta semua universitas agar tetap cermat dan berhati-hati dalam menerapkan skenario baru pendidikan. Hal ini guna mengantisipasi adanya klaster baru terdampak COVID-19.

Dalam menyikapi keadaan pandemi Covid-19, LLDIKTI wilayah V melaksanakan kegiatan sharing dan koordinasi bersama seluruh perguruan tinggi di DIY dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

“Melalui kegiatan ini semua perguruan tinggi di DIY sepakat dan telah melaksanakan protokol kesehatan dengan mengeluarkan surat edaran dan penyediaan hand sanitizer di berbagai tempat umum di kampus dan penyemprotan desinfektan,” terang Kepala LLDIKTI Wilayah V untuk periode 2019 – 2023 Didi Achjari.

Penataan ruang kelas harus berjarak sesuai dengan protokol kesehatan yang diterapkan. Di setiap ruang kelas harus ada hand sanitizer dan dilakukan pula penyemprotan berkala.

“Dalam upaya mengatasi kelangkaan masker dan hand sanitizer maka banyak perguruan tinggi yang membuat sendiri. Bahkan, sampai membagikan kepada mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus. Banyak pula perguruan tinggi melalui mahasiswanya membuat alat pelindung diri serta sensor suhu tubuh, dan portable hand sanitizer,” ujar Didi.

Didi Achjari sebelumnya juga mengatakan pandemi Covid-19 berpengaruh besar terhadap penerimaan mahasiswa baru (PMB). Khususnya terhadap perguruan tinggi swasta (PTS).

“Ada dua faktor utama yakni, pertama tidak adanya ujian nasional di tahun 2020. Hal ini mengakibatkan tidak adanya standar kelulusan yang bisa dipakai sebagai salah satu dasar penerimaan mahasiswa baru,” ujar Didi.

Adanya pandemi ini membuat banyak perguruan tinggi mengubah sistem penerimaan mahasiswa baru. Calon mahasiswa hanya diseleksi melalui nilai rapot dan wawancara sistem daring.

“Penerimaan mahasiswa baru yang dilakukan oleh perguruan tinggi swasta adalah otonomi tiap kampus. Tiap perguruan tinggi swasta bisa membuat aturan sesuai dengan kondisi masing-masing terkait dengan PMB,” tutup Didi.

PPDB KABUPATEN JOMBANG SUDAH DIBUKA, BURUAN SIAPKAN DIRIMU!

Penerimaan Peserta Didik Baru di Kabupaten Jombang sudah dibuka untuk umum. Pemerintah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana guna memperlancar kegiatan tersebut. Mulai dari sistem...
Ima Ruhma
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *