Kultum Bahaya Kebohongan

1 min read

Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahirobbilalamin Washolatu Wassalamu’ala asrofil mursalin wa’ala alihi washobihi ajmain ( amma ba’du).

Baca: contoh muqodimah singkat

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita kepada Allah SWT yang telah memberikan kita kesehatan, keselamatan, dan keberkahan, sehingga kita dapat berkumpul dalam majelis yang insyaallah akan masuk surga ini. Aamiin.

Kedua kalinya sholawat serta salam marilah selalu kita curahkan kepada jujungan kita nabi Muhammad SAW yang telah membawa ajaran agama Islam dan memperjuangkannya hingga sampai pada kita umatnya.
Ketiga kalinya saya ingin mengucapkan banyak terimakasih karena anda sekalian dapat meluangkan waktu sehingga kita dapat secara bersama-sama berkumpul disini untuk menuntut ilmu.

Hadirin yang berbahagia, kali ini saya ingin menyampaikan kultum singkat tentang bahaya dari sebuah kebohongan.

Sesungguhnya kejujuran melahirkan keberkahan dan kebaiakan kepada pelakunya, sedangkan kebohongan memang dapat menyelamatkan kita namun hanya sementara waktu dan akan menghancurkan selamanya.
Sebuah kebohongan besar dimulai dari kebohongan-kebohongan kecil. Saat kita sudah mulai berbohong, kita akan terus berbohong untuk menutupi kebohongan sebelumnya dan begitu seterusnya.

Semakin kita sering berbohong, maka kita akan menganggap kebohongan adalah hal sepele. Padahal kebiasaan kita berbohong meskipun hal-hal kecil, akan mempengaruhi diir kita untuk berani berbohong tentang hal yang lebih besar.

Bila berbohong sudah meenjadi kebiasaan, maka akan sulit bagi kita untuk menghentikannya.

Al-qur’an dan hadist sudah secara jelas mencela manusia yang suka berbohong. Rasullullah menegaskan haramnya perbuatan dusta atau kebohongan dan menjadi salah satu sifat orang munafik:

Artinya: Tanda orang munafik ada tiga: berkata bohong, ingkar janji, mengkhianati amanah (HR Bukhari & Muslim).

Tak sedikit yang menganggap bohong merupakan sesuatu yang sepele. Padahal kita tahu sekecil apapun kebohongan tetap saja dianggap sebagai dosa besar.

Allah SWT berfirman di dalam surat An-Nahl:
“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.” (QS. An-Nahl ayat 105)

Dari Ibnu Masud bahwa Rasulullah bersabda,
“Berkata benar jadikanlah kebiasaan bagimu, karena benar menurut kebaikan dan mengantarkan ke surga. Seseorang selalu berkata benar (pasti) ditentukan siddiq di sisi Allah. Dan berhati-hatilah kamu pendusta, karena dusta menimbulkan kekejian (kejahatan) dan akibatnya akan menjerumuskan pelakunya ke dalam neraka. Seseorang berdusta akhirnya ditentukan pendusta di sisi Allah”.

Kejujuran merupakan landasan iman bagi seorang Muslim. Bentuk kejujuran itu dapat dibuktikan melalui ucapan maupun perilaku sehari-hari.

Semoga kita semua dapat menjauhi perilaku berbohong dan ddapat senantiasa jujur terhadap apapun meskipun pahit.

Cukup sekian kultum yang dapat saya sampaikan. Pastilah banyak kekurangan tentang apa yang saya sampaikan hari ini. semoga kita dapat bersama-sama belajar. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Baca: ceramah singkat tentang jujur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version