khutbah bulan ramadhan

Khutbah Jumat Ramadhan

Last Update May 23, 2020

Khutbah Jumat Ramadhan – Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Segala dosa dihapuskan, semua amal ditingkatkan, tapi jangan lupa kalau buat dosa, dosanya juga dua kali lipat. Agar terhindar dari dosa, ada baiknya kita mengingatkan kepada semua orang agar dapat meningkatkan amalan di bulan puasa ini.

Nah, berikut ini adalah beberapa contoh khutbah jumat yang cocok dibawan pada saat bulan ramadhan.

Keutamaan Sepertiga Akhir Bulan Ramadhan

Keutamaan Sepertiga Akhir Bulan Ramadhan

Pembukaan Khutbah

Ma’asyiral muslimin, jam’ah shalat jum’at rahimakumullah

Mengalai khutbah Jumat pada kesempatan yang mulia dan penuh berkah ini, marilah kita tingkatkan ketaatan dan amal ibadah kita kepada Allah SWT agar kita menjadi hamba Allah yang benar-benar bertakwa, yang memperoleh keberuntungan dan kebahagiaan di dunia utamanya di akhirat amiin.

Ma’asyiral muslimin, jam’ah shalat jum’at rahimakumullah

Allah Azza wa Jalla Yang Maha Kuasa Lagi Maha Menjadikan, melebihkan kedudukan dan derajat sebagian makhluk-Nya atas sebagian yang lainnya. Dia menjadikan manusia dan memilih di antara mereka sebagai rasul dan melebihkan sebagian rasul itu atas sebagian yang lain.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al Baqarah ayat 253

Artinya: “Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. Diantara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung kepadanya) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat.” (QS. Al Baqarah: 253)

Allah juga melebihkan sebagian malaikat atas sebagian yang lainnya seperti yang Allah firmankan dalam QS Al Hajj ayat 75

Artinya: “Allah memilih utusan-utusan (Nya) dari malaikat dan dari manusia, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al Hajj: 75)

Allah SWT juga memilih dan melebihkan sebagian negeri atau tempat atas sebagian yang lain, dan Dia memilih Makkah sebagai Ummul Qura, Masjidil Haram lebih utama dibandingkan dengan masjid-masjid yang lain, Berikutnya Masjid Nabawi (Madinah), Masjidil Aqsha (Palestina). Allah juga memilih sebagian bulan atas sebagian yang lain, sebagian hari atas sebagian yang lain, sebagian waktu, atas sebagian yang lain. Sepuluh hari pertama dari bulan Dzul Hijjah sebaik-baiknya hari dunia, dan lailatul qadar pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan adalah lebih baik dari pada seribu bulan.

Cukuplah kiranya kemuliaan dan keistimewaan hari-hari terakhir di bulan Ramadhan ini sebagai kesempatan emas dan saat yang paling berharga, karena Alla mengistimewakannya dengan lailatul qadar, yaitu malam kemuliaan yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, sebab diturunkannya Al Quran.

Ibnu Abbas RA berkata: “Allah menurunkan Al Quran sekaligus secara keseluruhan dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul Izza di langit dunia. Kemudina diturunkan secara berangsur-angsur sesuai dengan peristiwa yang terjadi selama 23 tahun, pada Rasulullah SAW.”

Ma’asyiral muslimin, jam’ah shalat jum’at rahimakumullah

Waktu terus bergulir dan diputar oleh Allah SWT yang terasa begitu cepat, dan kini kita telah berada pada sepertiga akhir atau sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan. Marilah kita gunakan sisa sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan ini dengan sebaik-baiknya dan seoptimal mungkin dengan banyak melakukan amal, sedekah, berzikir, membaca al quran, shalat berjamaah, dan semua hal yang bernilai ibadah di mata Allah SWT.

Kesempatan emas ini jangan sampai dilewatkan sia-sia tanpa terisi amal shaleh. Kita tutup dan akhiri bulan yang penuh berkah ini dan pelipatgandaan pahala ini secara khusnul khotimah. Kita terus merapat dan mendekat kehadirat Allah SWT dengan penuh khudhu’, tawadhu’, tadharru’ dan khusyu’ karena Allah itu Maha Dekat.

Ketika memasuki sepertiga akhir dari bulan Ramadhan, Nabi SAW semakin meningkatkan ibadahnya, mengencangkan ikat pingganggnya, meninggalkan tempat tidur, membangunkan keluarganya, mengetuk pintu rumah Fatimah dan Ali RA, seraya memanggil, “Ayo bangunlah kamu berdua, dirikan shalat (qiyamullail).” Demikian sebagaimana yang diterangkan di dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim. Dan beliau bacakan ayat ini.

Artinya: “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa.” (QS. Thaha: 132)

Dalam Riwayat Bukhari Rasulullah SAW berkata pada isteri-isterinya: “Bangunlah wahai isteri-isteriku (Ummahatul Mukminin), betapa banyak orang yang menikmati pemberian Allah (kaya) di dunia, tetapi dia telanjang di akhirat.” (HR. Bukhari)

Ma’asyiral muslimin, jam’ah shalat jum’at rahimakumullah

Pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan ini Rasulullah SAW lebih bersungguh-sungguh dalam ketaan dan ibadah, shalat, puasa, sedekah dan membaca Al Quran. Diriwatkan dari Aisyah ra.

Artinya: “Rasulullah SAW bersungguh-sungguh (dalam menghidup-hidupkan dengan ketaan dan beribadah) pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan, sebuah kesungguhan yang tidak dilakukan di malam-malam lainnya.” (HR. Muslim)

Imam Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan dari Aisyah ra:

Artinya: “Adalah Nabi SAW ketika masuk pada sepuluh akhir dari bulan Ramadhan, beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidup-hidupkan malamnya (dengan kebaktian dan ibadah), dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ma’asyiral muslimin, jam’ah shalat jum’at rahimakumullah

Demikian khutbah jumat yang saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini, mudah-mudahan dapat mendorong dan memotifasi kita untuk lebih meningkatkan ketaan dan ibadah pada malam-malam akhir di bulan Ramadhan ini, dengan ber’iktiqaf, qiyamullail, membaca Al quran, dan semoga kita mendapatkan lailatul qadar yang sangat istimewa yang nilainya lebih baik dari seibu bulan, Amiin.

Penutup Khutbah

Baca: 25 Contoh Khutbah Jumat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *