Guru, Ini Pedoman Pelaksanaan Belajar dari Rumah Selama Covid-19

1 min read

Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Diterbitkannya surat edaran ini untuk memperkuat Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19).

“Saat ini layanan pembelajaran masih mengikuti SE Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020,” ujar Staf Ahli Mendikbud Bidang Regulasi, Chatarina Muliana Girsang seperti dikutip dari akun Instagram Kemendikbud RI, Selasa (2/6/2020).

Menurutnya, SE Mendikbud diperkuat dengan SE Sesjen nomor 15 tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Belajar dari Rumah (BDR) selama darurat Covid-19. Bagi guru yang saat ini masih memberikan materi pembelajaran daring, maka harus memperhatikan pedoman BDR ini.

Tujuannya adalah untuk memastikan pemenuhan hak anak untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat Covid-19, elindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk Covid-19, mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 di satuan pendidikan, dan memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, siswa, serta orang tua/wali.

Sasaran dari pedoman pelaksanaan belajar dari rumah dalam masa darurat penyebaran covid-19 adalah Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, Guru/pendidik, Siswa, dan Orang tua/Wali.

Adapun metode pelaksanaan belajar dari rumah (BDR) adalah, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan/online (daring), menggunakan gawai maupun laptop melalui beberapa portal dan aplikasi pembelajaran daring. Sedangkan pembelajaran jarak jauh luar jaringan/offline (luring), menggunakan televisi, radio, modul belajar mandiri dan lembar kerja, bahan ajar cetak, alat peraga dan media belajar dari benda di lingkungan sekitar.

Peran guru/pendidik adalah memfasilitasi pembelajaran jarak jauh secara daring, luring maupun kombinasi keduanya sesuai dengan kondisi dan ketersediaan sarana pembelajaran. Proses pembelajaran luring dapat dilaksanakan dengan menggunakan media buku, modul, dan bahan ajar dari lingkungan sekitar, menggunakan media televise, dan menggunakan radio.

Pendidik/guru dalam pembelajaran daring harus (1) membuat mekanisme untuk berkomunikasi dengan orang tua/ wali dan siswa, (2) membuat RPP yang sesuai minat dan kondisi anak, (3) menghubungi orang tua untuk mendiskusikan rencana pembelajaran yang inklusif sesuai kondisi anak didik, (4) memastikan proses pembelajaran berjalan dengan lancar (memastikan persiapan untuk siswa, melakukan refleksi dengan siswa, menjelaskan materi yang akan diajarkan, memfasilitasi tanya jawab), (5) jika tatap muka guru harus berkoordinasi dengan orang tua/wali untuk penugasan belajar, (6) mengumpulkan dan merekap tugas yang dikirim siswa dalam waktu yang telah disepakati, (7) muatan penugasan adalah pendidikan kecakapan hidup (antara lain mengenai pandemi Covid-19), selain itu perlu dipastikan adanya konten rekreasional.

PPDB KABUPATEN JOMBANG SUDAH DIBUKA, BURUAN SIAPKAN DIRIMU!

Penerimaan Peserta Didik Baru di Kabupaten Jombang sudah dibuka untuk umum. Pemerintah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana guna memperlancar kegiatan tersebut. Mulai dari sistem...
Ima Ruhma
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *