Contoh Teks Khutbah Jumat tentang Menjadi Mukmin yang Kuat

4 min read

muslim, mukmin, sholat, masjid

KHUTBAH JUM’AT Tentang MENJADI MUKMIN YANG KUAT

Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia

Bertaqwalah kepada Allah SWT taqwa yang berarti memelihara diri dari segala bentuk kemusyrikan dan kemunafiqan yakni dengan mentaati dan mengerjakan semua perintah Allah SWT serta meninggalkan segala laranganNya.

Juga taqwa yang dapat menumbuhkan amal – amal shaleh yang nyata sebagai pembuktian kebenaran iman; sebab segala perbuatan dan amal manusia, baik atau jahatnya adalah pencerminan imannya terhadap Allah SWT.

Mukmin yang kuat lebih disukai dan lebih baik ketimbang mukmin yang lemah. Kuaat bisa bermacam-macam, kuat badan, kuat ekonomi, kuat kedudukan, kuat mental dan lain-lain yang dapat diperbandingkan dengan yang lain. Kuat secara sendiri-sendiri atau kuat secara bersama-sama. Menurut sunnah Allah, seorang menjadi kuat ditentukan oleh faktor penunjang. Kuat badan ditunjang dengan kekekaran dan sempurnanya susunan tubuh. Itujuga ditentukan oleh gizi. Kuat ekonomi, ditunjang oleh harta yang dihasilkan oleh kerja keras penuh perhitungan. Kuat kedudukan ditunjang oleh kelebihan yang dimiliki, ilmu, akhlak, dan cara mainnya. Kuat mental karena iman dan kepercayaan kepada diri sendiri. Dan seterusnya. Jadi sebelum seorang mukmin menjadi kuat, dia harus siap dengan faktor penunjang kekuatan itu. Maka dia akan lebih disukai dan lebih baik di sisi Allah SWT.

Kaum muslimin yang berbahagia

Yang harus dijaga setelah seorang mukmin menjadi kuat, ialah jangan sekali-sekali menjadi takabbur, sombong, congkak. Sebab harus diingat segala yang baik itu ada yang lebih baik, ada pula yang paling baik.

Orang mukmin harus dinamis. Kalau dia telah mencapai prestasi baik, di atasnya masih ada yang lebih baik. Begitu seterusnya secara tasalsul, sambung menyambung.
Kekuatan yang ada pada mukmin yang diabdikan untuk kepentingan hidup, adalah sudah pada tempatnya. Namun dalam memilih pengabdian, harus dipilih yang ada gunanya bagi dirinya dengan tidak melupakan kontak dengan Allah sehingga ketika ada hambatan yang menghampiri tidak akan membuatnya menjadi lemah.

Bagi orang mukmin, yang paling sulit adalah untuk mengatur hati, kalau suatu saat harus menanggung akibat dari perbuatannya. Karena ada “ sebab” , seperti contoh, sebagian dari kita dalam menjawab sebuah pertanyaan: “ mengapa kenyang?” maka kita jawab “ karena menghabiskan empat piring nasi.” “Mengapa mati?” lalu dijawab “ karena serangan jantung.” “ Andai kata kamu tidak makan. Andai kata serangan jantung itu tertolong oleh dokter ahli?” Secara spontan maka akan dijawab “ Ya tidak lapar. Ya belum mati.” Di sini banyak orang yang tergelincir. Padahal orang mukmin harus yakin bahwa bagaimanapun kehendak dan taqdir Allah pasti akan terjadi, dengan ada sebab ataupun tidak.

Rasululah SAW bersabda:

Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata: Rasulullah SAW berabda: “ Orang mukmin yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai dari pada orang mukmin yang lemah, dan pada masing-masingnya ada kelebihan. Semangatlah kamu kepada apa yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu katakan: “seandainya saya berbuat begini, maka bgini.” Tetapi katakanlah: “Allah telah mentakdirkannya apa-apa yang dikehendaki oleh Allah maka diperbuat-Nya.” Karena sesungguhnya kata-kata seandainya adalah membuka pekerjaan syitan. (HR. Muslim).

Kaum muslimin yang berbahagia

Dalam hadits ini Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang mukmin yang kuat itu lebih dicintai oleh Allah SWT dan dorongan-dorongan kaum Muslimin itu optimis dalam bekerja serta tabah dalam menghadapi segala kemungkinan. Hadits diatas mengandung tiga macam dorongan dan dua macam larangan, yaitu:

Pertama:

Iman adalah pusat kebahagiaan dunia dan akhirat manakala diikuti dengan amal shalih, sebagaimana ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya dalam Q.S An Nahl ayat 97
Artinya: Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Dalam keimanan ini, tiap-tiap orang berbeda, ada yang kuat dan ada yang lemah. Orang yang kuat imannya sangat terdorong untuk mengerjakan amal shalih sebanyak-banyaknya, suka amar ma’ruf nahi munkar, gemar berjihad, tidak takut rintangan dalam mengajak kebaikan, sabar dalam melaksanakan hak-hak Allah seperti shalat, puasa, zakat, haji dan sebagainya. Namun orang yang lemah imannya lengah dan lalai untuk beramal saleh, dan cita-citanya untuk mencapai kebahagiaan akhirat lemah.

Orang yang kuat imannya lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah imannya. Apa yang dikerjakan oleh masing-masingnya mengandung kebaikan, namun orang yang kuat imannya selalu menyuburkan imannya dengan amal saleh sehingga imannya semakin rindang dan akarnya semakin menghujam ke dalam hati sanubari.

Kedua:

Rasulullah SAW menganjurkan kepada kita untuk tangkas mencari segala sesuatu yang membawa kemanfaatan, baik kemanfaatan dunia maupun akhirat. Seorang mukmin jangan sampai mengosongkan waktu, sehingga waktu itu berjalan tanpa meninggalkan bekas kecuali ketuaan belaka. Namun isilah waktu dengan kegiatan mencari Ilmu, harta, menolong anak yatim, membaca Al Quran, sholawat dan lain sebagainya.

Ketiga:

Dalam menghadapi segala usaha dan rencana hendaklah mohon pertolongan Allah SWT. Karena yang menentukan segala sesuatunya itu adalah Allah SWT, tentunya diserta dengan usaha yang sungguh-sungguh.

Berkaitan dengan ini, Rasulullah SAW pernah bersabda:

Apabila kamu minta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah. Dan ketahuilah seandainya suatu umat berkumpul untuk mencari manfaat bagimu, niscaya mereka tidak dapat memberi manfaat kecuali sesuatu yang dicatat oleh Allah untukmu, dan seandainya suatu ummat berkumpul untuk menimpakan suatu mudharat bagimu, niscaya mereka tidak akan dapat menimpakan suatu mudharat kepadamu kecuali apa yang telah Allah catat atasmu. (HR. Turmudzi)

Keempat:

Rasulullah SAW melarang kita lemah dalam mencapai cita-cita, namun hendaknya kita optimis dalam usaha kita, jiwa penuh kepercayaan kepada Allah agar apa yang kita cita-citakan tercapai disertai usaha yang sungguh-sungguh, tidak boleh malas-malasan dan berdiam diri tanpa usaha. Dan Rasululah SAW telah mengajarkan doa kepada kita semua yaitu sebagai berikut:
“Ya Allah, saya mohon perlindungan kepada-Mu dari lemah dan malas (HR. Abu Dawud)

Kelima:

Apabila kita tertimpa suatu hal yang tidak menyenangkan, Rasulullah SAW melarang kita untuk mengucapkan kata pengandaian / seandainya. Karena kata ini dapat membuka pintu pekerjaan syetan. Dengan kata-kata itu seolah-olah kita dapat menghindarkan diri dari takdir Allah, padahal takdi Allah mustahil tidak terlaksana. Yang benar, untuk menanggapi peristiwa yang telah lampau kita katakana Allah telah mentaqddirkannya dan apa yang ditakdirkan / dikehendaki Allah niscaya diperbuat-Nya.

Sedangkan untuk menghadapi sesuatu yang akan datang, kita persiapkan sepenuhnya dan hendaklah kita dapat mengambil pelajaran dari apa yang telah kita alami pada waktu yang lampau jangan sampai kita terperosok dua kali dalam lobang yang sama. Oleh karenanya, hendaklah jangan sampai kita melakukan sebab-sebab yang mengakibatkan kegagalan.

Baca juga: ceramah tentang sabar

Kaum muslimin yang berbahagia.

Secara keseluruhan, hadits ini menganjurkan agar orang beriman tidak berhenti berjuang, agar amar ma’ruf nahi munkar dan bersabar, apabila di suatu saat kesandung aral. Tidak dianggap benar, orang mukmin yang malas, lebih suka enak saja, menunda-nunda urusan dan memulangkan semua yang terjadi kegagalan atau keberhasilan kepada pengandaian. Pengandaian adalah laku orang munafiq. Berjuang amar ma’ruf nai munkar dengan segala bentuk akibatnya, adalah perintah Allah meskipun sedapat-dapatnya diikhtiarkan kemungkinan menimpanya bahaya, disebabkan oleh kesalahan langkah, boleh dihindari. Tetapi apabila sudah menimpa, itu bukan karena akibat dari melaksanakan perintah, namun adalah takdir Allah semata.

Doa penutup Khutbah Jumat

Bila ingin mencari materi atau tema yang lain, silahkan buka halaman contoh khutbah jumat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *