Contoh Kultum Hakikat Syukur Kepada Allah SWT

Last Update May 6, 2020

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh

Silahkan pilih variasi Pembukaan ceramah

Hadirin sekalian yang dimuliakan oleh Allah.

Segala puji Allah yang telah melimpahkan ni’mat dan karuniaNya kepada kita, yang mana tidak dapat kita hitung satu persatu. Atas izin dan karuniaNya pula, kita dapat berkumpul pada kesempatan yang berbahagia ini.

Shalawat beserta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi Besar Muhammad SAW, karena berkat perjuangan beliaulah kita dapat merasakan ni’matnya iman dan islam.

Bapak Ibu Hadirin yang berbahagia.

Allah SWT telah melimpahkan begitu banyak ni’mat dan karunia yang tiada terhingga kepada sekalian makhluk di alam jagat raya ini tanpa membedakan apakah mereka beriman kepadaNya atau tidak. Inilah bukti tingginya kasih Allah kepada setiap makhluk ciptaanNya.

Kita setiap saat merasakan ni’mat dan anugerah Allah, setiap udara yang kita hirup, setiap hembusan nafas yang kita rasakan adalah bukti bahwa Allah tidak akan melepaskan anugerahNya kepada kita. Sedetik saja Allah melepas anugerahNya tentunya kita tidak dapat merasakan indah ya hidup ini. Betapa banyak ni’mat dan karunia yang diberikan Allah kepada kita hingga kita tidak dapat menghitungnya. Allah menegaskan tentang hal ini dalam Alqur’an suart Ibrahim ayat 34:

Artinya:

” Dan jika kamu menghitung ni’mat Allah, tidaklah kamu dapat menghitungnya.”

Sebagai hamba Allah yang beriman , sudah sewajarnaya kita harus bersyukur kepada Allah. Kita harus mneyadari bahwa bersyukur bukan sekedar kewajiabn semata, namun bukti bahwa kita ” tahu diri” dan ” tahu berterimakasih”.

Karena hakikatnya tidak ada ruginya kita bersyukur kepada Allah, karena manfaatnya untuk diri kita. Allah Maha Kaya dan Maha Mulia, bila kita bersyukur tidak akan memberi manfaat bagi Allah, dan jika kita tidak bersyukur tidak akan memberi mudharat bagi-Nya.

Allah hanya ingin melihat kita patuh dengan perintah-Nya atau tidak, dan bahwa kita termasuk hamba-Nya yang pandai bersyukur atau ingkar kepada-Nya.

Allah akan memberikan apresiasi kepada kita semua apabila kita mau bersyukur. Dia akan memberikan kita tambahan ni’mat dan anugerah-Nya. Namun Allah akan murka kepada kita apabila kita tidak pandai bersyukur bahkan ingkar terhadap-Nya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Allah SWT berfirman dalam QS Ibrahim ayat 7

Artinya: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambahkan (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’matKu), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Apakah kita hanya akan mengabaikan-Nya, seolah-olah kita berpikir bahwa semua itu adalah sesuatu yang memang patut kita peroleh karena itu semua hasil jerih payah kita?

Cara berpikir yang seperti ini merupakan pikiran yang salah, yang mengindikasikan orang tersebut tidak memiliki Tuhan. Karena Allah SWT telap menetapkan rizqi-Nya kepada seluruh makhluk di muka bumi ini. Dan kita sebagai makhluk yang paling sempurna dari seluruh ciptaan Allah, sudah sepantasnya kita bersyukur atas apa yang dikaruniakan Allah kepada kita semua. Amiin

Muslimin muslimah yang berbahagia,

Mensyukuri ni’mat dan rizqi dari Allah bukan hanya dalam ucapan semata, melainkan juga melalui tindakan nyata di kehidupan kita sehari-hari.

Imam Al Gazali mengatakan bahwa cara bersyukur kepada Allah ada empat caranya, yaiut:

  • Mengucapkan Alahamdulillah ketika mendapatkan ni’mat atau rizki
  • Meyakini dengan sepenuh hati bahwa ni’mat tersebut berasal dari Allah
  • Mempergunakan ni’mat tersebut dengan sebaik-baiknya pada jalan kebaikan demi memperoleh keridhoan Allah
  • Menjaga ni’mat tersebut agar tidak hilang atau rusak.

Sebagai contoh, ketika Allah mengkaruniakan kita seorang anak, kita harus berucap alhamdulillah sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah.

Selanjutnya, Kita harus menyakini bahwa semua itu karena kehendak Allah. Mengapa demikian? karena telah banyak pasangan suami istri yang sudah menikah puluhan tahun belum juga dikaruniai seorang anak. Sedangkan kita, yang mungkin tidak mengharapkan lagi tambahan Anak, namun Allah memberikan kita seorang anak lagi. Itu merupakan kehendak Allah yang harus kita terima dengan penuh keyakinan. Karena Allah telah menetapkan rizqi-Nya kepada masing-masing umat-Nya.

Tidak cukup hanya berucap Alhamdulillah saja, selanjutnya adalah bagaimana kita menjaga karunia tersebut agar tetap berada pada jalan Allah. Sebagai orang tua, tentu kita harus mendidika anak tersebut agar menjadi anak yang sholeh dan sholeha.

Berkaitan dengan ni’mat berupa harta, Nabi SAW telah mengajarkan kepada kita semua bahwa seseorang yang meninggal karena mempertahankan hartanya, jiwa dan kehormatannya dari kejahatan yang dilakukan oleh orang lain, maka ia tergolong dalam orang yang mati syahid dan akan dimasukkan ke dalam Surga.

Baca: kultum singkat tentang bersyukur

Muslimin muslimat yang berbahagia,

Memang tidak gampang bagi seseorang untuk senantiasa bersyukur. Entah mendapat banyak atau sedikit, belum tentu orang tersebut mampu untuk bersyukur. Yang mendapat banyak bisa jadi malah gila harta, takabur, dan lain sebagainya yang dapat merusakkan hati dan iman. Yang mendapatkan sedikit terkadang bilang itu tidak cukup, dan lain sebagainya.

Allah telah menegaskan hal tersebut dalam QS Saba ayat 13.

Artinya: Dan sedikit sekali hamba-Ku yang pandai bersyukur

Oleh karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan kita do’a agar kita pandai bersyukur kepada Allah. Do’ a yang Nabi SAW ajarkan ini juga terdapat di dalam Al Quran. Pada dasarnya, doa yang Rasulullah SAW ajarkan ini merupakan doa yang dipanjatkan oleh Nabi Sulaiman AS. Berikut ini adalah doanya

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Artinya: “maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS. An-Naml ayat 19)

Baca: Kultum tentang sabar

Hadirin sekalian yang dimuliakan Allah,

Marilah kita pandai-pandai bersyukur kepada Allah, Sekecil apapun nikmat yang kita terima kita harus mensyukurinya. Bila kita terbiasa bersyukur atas nikmat yang kita terima, kita tidak akan merasa berat untuk bersyukur dan berterimakasih atas apa yang telah diberikan kepada kita.

Karena pada hakikatnya, orang yang tidak bisa mensyukuri nikmat yang kecil, dia juga tidak akan bisa mensyukuri nikmat yang besar.

Akhir kata, Wassalamualaikum Wr. Wb,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *