Kewirausahaan: Pengertian, Tujuan, Karakteristik, dan Ciri-ciri

Kewirausahaan: Pengertian, Tujuan, Karakteristik, dan Ciri-ciri

Pengertian Kewirausahaan – kewirausahaan adalah suatu proses dalam menciptakaan atau melakukan sesuatu yang baru dengan cara yang kreatif dan inovatif, serta memberikan manfaat bagi orang lain dan memberikan nilai tambah bagi diri sendiri.
Kata kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Sesuai dengan kamus besar bahasa Indonesia wira berarti pejuang sedangkan usaha berarti bekerja dan melakukan sesuatu.

 

PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN MENURUT AHLI

Banyak pengertian kewirausahaan yang dapat kita jumpai. Berikut adalah rangkuman beberapa pengertian dari kewirausahaan menurut beberapa ahli.

 

1. Drs. Joko Untoro

Drs. Joko Utomo berpendapat bahwa kewirausahaan adalah suatu keberanian untuk melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, berdasarkan kemampuan dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.

2. Ahmad Sanusi

Pengertian kewirausahaan menurut Ahmad Sanusi adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis.

3. Eddy Soeryanto Soegoto

Menurut Eddy Soeryanto Soegoto, kewirausahaan adalah usaha kreatif yang dilakukan berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru, memiliki nilai tambah, memberikan manfaat, menciptakan lapangan kerja dan hasilnya berguna bagi orang lain.

4. Soeharto Prawiro

Soeharto Prawiro mengatakan pengertian dari kewirausahaan adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai usaha dan mengembangkan usaha.

5. Siswanto Sudomo

Pengertian kewirausahaan menurut Siswanto Sudomo adalah segala sesuatu yang penting mengenai seseorang wirausaha, yakni seseorang yang memiliki sifat pekerja keras dan mau berkorban, memusatkan segala daya untuk mewujudkan gagasannya.

6. Zimmerer

Menurut Zimmerer, kewirausahaan adalah sebuah proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan bisnis.

7. Harvey Leibenstein

Kewirausahaan menurut Harvey Leibenstein adalah berbagai kegiatan yang diperlukan untuk melaksanakan dan menciptakan perusahaan pada saat dimana pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau beberapa komponen fungsi produksinya belum teridentifikasi secara penuh.

8. Peter Drucker

Pengertian kewirausahaan menurut Peter Drucker adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dari yang lain.

 

TEORI KEWIRAUSAHAAN

Ada beberapa teori dalam kewirausahaan. Berikut kami sajikan beberapa teori kewirausahaan yang dapat Anda pelajari:

1. Neo Klasik

Teori ini memandang sebuah perusahaan dengan istilah teknologis. Dimana managemen perusahaan hanya mengetahui biaya dan penerimaan perusahaan. Atau sekedar melakukan kalkulasi matematis untuk mendapatkan nilai optimal.

2. Kirzerian Entrepeneur

Teori Kirzer ini berbicara tentang kinerja manusia, keuletannya, keseriusannya, kesungguhannya, dan kemandiriannya dalam melakukan sebuah usaha sehingga maju mundurnya suatu perusahaan tergantung pada upaya atau keuletan pengusaha itu sendiri.

3. Teori Perilaku

Teori perilaku menyoroti bagaimana seorang wirausahawan harus memiliki kecakapan dalam mengorganisasikan usaha, mengatur keuangan, membangun jaringan, dan memasarkan produk. Dalam teori ini diperlukan pribadi yang ramah dan supel dalam pergaulan demi berkembangnya sebuah usaha atau bisnis.

 

CIRI CIRI ORANG YANG PUNYA JIWA KEWIRAUSAHAAN

Sebuah usaha harus dibuka dengan sepenh hati dan disertai jiwa kewirausahaan untuk mewujudkannya. Tanpa jiwa kewirausahaan seseorang cenderung mengalami berbagai masalah hingga berujung pada kebangkrutan bisnis dikarenakan tidak kuat mentall atau kekurangan rasa percaya diri. Seseorang dikatakan memiliki jiwa kewirausahaan apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

 

1. Punya Keberanian dan Kreasi yang Tinggi

Untuk memiliki usaha dan bisnis yang sukses memerlukan sebuah keberanian yang tinggi. Mulai dari keberanian membuka usaha, menjalankan usaha dan mengembangkan usaha. Keberanian ini sangat menentukan nasib bisnis yang akan dijalankan seseorang. Berani di sini bukanlah tanpa pemikiran. Sikap berani yang dimiliki oleh pebisnis haruslah disertai dengan pemikiran yang matang agar usaha atau bisnis yang dijalankannya tidak mengalami kerugian.
Ditambah seorang pebisnis harus memiliki daya kreasi yang tinggi agar mampu menciptakan sesuatu yang baru dan mewujudkannya. Kreasi inilah yang menjadi kunci berkembangnya suatu usaha atau bisnis di pasar dagang.

2. Mempunyai Kemampuan Analisis yang Baik

Kemampuan analisis ini harus dan wajib dimiliki oleh seorang wirausaha. Agar barang yang dihasilkan dan dijual mengalami keuntungan. Kemampuan analisis juga berkembang tidak hanya pada angka namun juga peluang yang dapat diambil agar mendapatkan keuntungan dan bermanfaat bagi orang lain. Tujuan dari memiliki kemampuan analisis adalah meminimalisir kerugian yang mungkin saja terjadi.

3. Berani Mengambil Keputusan

Wirausaha yang cerdas dan sukses biasanya mampu mengambil keputusan yang cepat dan tepat untuk perkembangan bisnisnya. Setiap keputusan haruslah didasarkan dengan perhitungan yang tepat. Hal ini berguna untuk meminimalisir kerugian yang dialami. Jika seorang wirausaha mempunyai sebuah tim, keputusan itu adalah mufakat yang diambil oleh anggota dan dijalankan sesuai dengan alurnya.

4. Berkemauan Keras

Kemauan yang keras merupakan landasan dari tumbuhnya rasa semangat yang tinggi. Tanpa kemauan yang keras dari hati seorang wirausaha akan kehilangan rasa semangat dan percaya dirinya untuk mengembangkan bisnisnya.

5. Berjiwa Pemimpin

Seorang wirausaha harusnya dapat menjadi pimpinan untuk dirinya sendiri dan anggotanya. Jika wirausaha tidak dapat memimpin dirinya sendiri maka dipastikan bisnisnya akan mengalami kegagalan. Hal itu dikarenakan tidak adanya “masinis” yang menjalankan dan mengemudikan kemana arah bisnis ini harus dikembangkan.

6. Tidak Konsumtif

Perilaku yang membuat banyak usaha atau bisnis gagal adalah perilaku konsumtif yang tinggi. Sehingga penghasilan yang didapat dari bisnis habis untuk membeli sesuatu atau kebutuhan pribadinya. Hal ini akan membuat bisnis cepat bangkrut dan mati dikarenakan tidak adanya modal yang berputar untuk menjalankan bisnis.

7. Memiliki Pengabdian yang Besar terhadap Bisnisnya

Pebisnis sejati harus bisa mengesampingkan keperluan yang tidak terlalu penting demi menjalankan bisnisnya. Misalnya waktu hangout bersama teman di setiap minggunya. Menjalankan sebuah bisnis memang tidak memiliki keterikatan waktu dengan atasan, namun bisnis juga membutuhkan waktu yang intens untuk ditekuni. Seorang wirausaha harus banyak meluangkan waktu untuk belajar, memahami dan mengembangkan bisnis yang ia jalankan.

Untuk menjadi seorang wirausaha yang profesional, Anda harus mempunyai hal hal berikut ini.

  • Mengenal dan meyakini produknya
  • Memiliki kemampuan komunikasi yang baik pada pelanggan dan anggotanya
  • Mampu menerima kritik dan saran tanpa melalui sebuah perdebatan
  • Memiliki sikap santun, jujur dan berani mengambil keputusan
  • Bertanggung jawab dengan apa yang dia jual.

 

TUJUAN BERWIRAUSAHA

Semua orang melakukan atau membuka sebuah bisnis untuk mendapatkan tujuan tertentu. Banyak hal yang bisa menjadi tujuan seseorang wirausaha . Berikut kami sajikan uraian singkat beberapa tujuan orang melakukan wirausaha:

  • Memenuhi kebutuhan hidup.
  • Meningkatkan kesejahteraan hidupnya
  • Membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di lingkungan sekitar.
  • Menciptakan jaringan bisnis yang baru.
  • Menularkan semangat kewirausahaan yang dimilikinya kepada orang lain.

 

Demikian rangkuman dari beberapa pengetahuan mengenai kewirausahaan. Semoga dapat membantu Anda dalam menjalankan tugas.

 

Referensi:

  1. Thomas W Zimmerer, Norman M Scarborough, Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil, Salemba empat, 2008
  2. http://www.unhas.ac.id/hasbi/Pengabdian%20Masyarakat/039_Kewirausahaan.pdf
  3. https://journal.uny.ac.id/index.php/jep/article/view/705
  4. Wawasan Edukasi: Manajemen Keuangan

Leave a Comment