Pakaian Adat Papua : Gambar dan Penjelasan Lengkap

PAKAIAN ADAT PAPUA – Papua memiliki berbagai jenis suku yang mendiami pulau tersebut. Beragam kebudayaan tersebar di segala penjuru daerah Papua. Dalam masyarakat Indonesia budaya yang dimiliki setiap daerah sungguh unik dan menarik. Salah satunya kebudayaan di Papua. Selain rumah adat papua, kebudayaan yang unik di Papua salah satunya adalah pakaian adat. Pakaian adat yang dimiliki orang timur seperti Papua sungguh mengagumkan karena masih sangat alami mulai dari bahan hingga pembuatannya.

Pakaian Adat Papua Berdasarkan Pemakainya
1. Koteka (Pakaian Adat Laki-Laki)
2. Rok Rumbai (Pakaian Perempuan)
3. Sali (Pakaian Perempuan Lajang)
4. Yokai (Pakaian Adat Pedalaman)

Senjata yang dipakai bersama pakaian adat
1. Tombak
2. Busur
3. Pisau Belati
4. Kapak

Pakaian Adat Papua Berdasarkan Pemakainya

Penduduk asli Papua memiliki beberapa pakaian adat sesuai dengan gender mereka. Tentunya dengan fungsi yang berbeda pula. Berikut kami rangkumkan beberapa pakaian adat yang dimiliki oleh masyarakat asli Papua.

1. Koteka (Pakaian Adat Laki-Laki)

Pakaian yang unik ini hanya dimiliki oleh beberapa suku yang mendiami Papua. Pada umumnya sebuah pakaian adat adalah berupa baju dan celana. Itu tidak berlaku di Papua karena masyarakat adli Papua (Laki-laki) hanya menggunakan koteka saja yang menutupi bagian vital tubuhnya. Sehingga jika melihat masyarakat asli Papua terlihat seperti telanjang.

Koteka berati sebuah pakaian. Koteka memilik nama lain seperti Horim atau Holim. Nama tersebut digunakan oleh suku yang berada di pegunungan Jayawijaya. Koteka ini terbuat dari buah labu tua yang udah dikeringkan. Pengeringan labu ini dimaksudkan agar penggunaan koteka bisa lebih bertahan lama dan tidak cepat busuk. Pemilihan labu tua dikarenakan tekstur dari labu yang sudah tua cenderung keras sehingga lebih awet jika dijadikan sebagai bahan koteka.

Bentuk koteka yaitu memanjang di bagian depan dan dikaitkan di pinggang. Ukurannya pun bervariasi sesuai dengan kedudukan pria dalam suku tersebut. Koteka ini digunakan masyarakat asli papua dalam keseharian mereka. Jadi pakaian adat ini tidak hanya digunakan ketika ada acara tertentu saja. Walaupun seperti itu, ternyata koteka yang dipakai dalam keseharian dan pada acara adat terdapat perbedaanya.

Koteka yang digunakan masyarakat pada acara adat biasanya memiliki ukuran yang lebih panjang dengan disertai ukiran etnis Papua.

Koteka yang dipakai dalam keseharian memiliki ukuran yang lebih pendek dengan desain sederhana tanpa ukiran.

2. Rok Rumbai (Pakaian Perempuan)

Perempuan Papua juga memiliki pakaian adat sendiri yang disebut dengan rok rumbai. Bentuk dari pakaian adat ini adalah berupa rok yang tersusun dari daun sagu kering. Fungsinya untuk menutupi area bawah tubuh perempuan. Perempuan dalam suku Papua juga tidak menggunakan pakaian atas untuk menutupi tubuhnya. Namun perempuan Papua sering membuat tato di tubuh bagian atas mereka untuk menyamarkan bagian intim milik mereka. motif tato yang digunakan biasanya beragam mulai dari flora sampai fauna.

Untuk mempercantik penampilan biasanya para perempuan Papua membuat hiasan kepala yang tebuat dari ijuk, bulu burung kasuari dan juga daun sagu kering.

3. Sali (Pakaian Perempuan Lajang)

Sali merupakan pakaian adat yang digunakan oleh perempuan yang masih lajang alias belum menikah. Pakaian adat ini biasanya terbuat dari kulit pohon dan harus berwarna coklat.

4. Yokai (Pakaian Adat Pedalaman)

Pakaian adat Yokai adalah salah satu pakaian adat yang hanya berada di Papua bagian barat. Pakaian adat ini hanya bisa digunakan oleh orang yang sudah berkeluarga. Pakaian adat ini dalam hukum adat Papua dilarang diperjualbelikan.

Aksesoris yang dipakai bersama pakaian adat:

Untuk merperindah penampilan, masyarakat asli Papua menambahkan beberapa aksesoris yang mereka buat sendiri dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di alam.

1. Gigi anjing dan taring babi

Pemakaian kalung antik pada suku Papua memanfaatkan gigi anjing yang sudah mati. Sedangkan Taring babi dilekatkan diantara lubang hidung.

2. Hiasan rumbai pada kepala

Biasanya hiasan ini berbentuk seperti mahkota. Terbuat dari ijuk, bulu burung kasuari dan juga daun sagu kering.

3. Tas noken

Terbuat dari anyaman kulit kayu. Tas ini biasanya digunakan untuk membawa buah, bahan pangan, sayur-sayuran atau hasil buruan. Ada beberapa masyarakat papua yang menggunakan tas noken ini dengan menaruhnya di atas kepala. Ada juga yang menyelempangkannya pada bahu. Nama populer tas noken di suku Asmat yaitu tas Esse.

Senjata yang dipakai bersama pakaian adat

1. Tombak

Digunakan masyarakat suku Papua untuk menangkap hewan buruan. Senjata tombak ini biasanya terbuat dari kayu dan batu dengan ujung yang tajam. Ada juga yang menggunakan tulang hewan sebagai mata tombaknya. Untuk sekarang ini mata tombak lebih sering ditemukan menggunakan bahan logam. Untuk membuat tombak berfungsi dengan cepat dalam perburuan. Biasanya masyarakat membubuhi racun pada ujung tombaknya.

2. Busur

Busur biasanya disertai juga dengan anak panah. Senjata ini terbuat dari kayu, bambu dan dan tulang yang diruncingkan. Senjata ini kerap digunakan masyarakat Papua dalam hal berburu hewan di hutan. Sama halnya dengan tombak, demi segera mendapatkan buruan, biasanya ujung dari anak panah ini diberi racun yang mematikan.

3. Pisau Belati

Pisau ini bisa dibilang mahal dan sangat langka karena terbuat dari tulang burung kasuari. Senjata ini bisa sangat berbahaya jika mengenai kulit manusia. Biasanya sebelum berburu pisau belati ini dioleskan pada racun terlebih dahulu. Jika dilihat senjata ini memiliki nilai artistik yaitu pada penempatan bulu burung kasuari pada pegangannya.

4. Kapak

Terbuat dari rotan dan batu yang sangat tajam. Digunakan untuk bertani dan membuka jalan menuju hutan.

Nah cukup sekian ulasan pakaian adat Papua yang kami sajikan untuk Anda. Semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan. Mari lestarikan budaya bangsa agar tidak hilang terltelan oleh zaman.

Leave a Comment