Seni Lukis – Pengertian, Jenis, Aliran, Teknik dan Contohnya Lengkap

Seni Lukis – Pengertian, Jenis, Aliran, Teknik dan Contohnya Lengkap

Seni Lukis – Salah satu seni yang menjadi daya tarik bagi setiap orang adalah lukisan. Tampilan yang menarik dengan padu padan warna yang apik mampu menunjukkan sebuah pesan karakter pada seseorang. Beberapa pemilik rumah bahkan sengaja memilih lukisan untuk dijadikan “pemandangan” di rumah mereka. Beberapa orang yang sudah tergila-gila oleh lukisan bahkan rela mengeluarkan biaya sampai ratusan juta rupiah. Harga yang dibawa oleh sebuah lukisan sepadan dengan upaya yang dilakukan oleh seorang pelukis dalam membuatnya. Semua orang dirasa bisa melukis tapi tidak semua orang mampu melukis dengan indah dan spesifik. Seni melukis ini dinamakan dengan seni lukis.

Seni lukis merupakan salah satu bagian dari seni rupa. Diaman melukis adalah kegiatan yang menuangkan sebuah objek gambar dalam bidang dua dimensi maupun tiga dimensi. Biasanya media lukis yang digunakan adalah cat, kanvas, kuas, papan penyangga dan media lainnya.

Beberapa pokok penting yang perlu diketahui dalam seni lukis adalah jenis-jenis seni lukis, fungsi seni lukis, dan teknik-teknik dalam melukis. Berikut disajikan setiap pembahasan dari pokok penting tersebut beserta dengan komponen-komponennya.

Jenis Jenis Seni Lukis

Seni Lukis

Karakteristik aliran dari seni lukis adalah bermacam-macam. Setiap aliran memiliki karakteristik masing-masing dengan gaya yang khas. Berikut dijelaskan karakteristik dari beberapa aliran tersebut:

1. Klasisme

Aliran klasisme yakni seni lukis dengan corak bangsa Yunani dan Romawi yang muncul di Eropa sekitar tahun 3000 SM. Wujud gambar dalam aliran seni lukis klasisme adalah realistis. Yakni lukisan klasisme dibuat semirip-miripnya dengan objek di dunia nyata.

2. Romantisme

Ciri khusus aliran romantisme adalah terdapat nilai-nilai sebuah peristiwa yang membahagiakan, menarik, istimewa dan indah. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui gambaran percintaan, pernikahan, ataupun lukisan putri-putri kerajaan yang berparas anggun.

3. Realisme

Aliran realisme adalah aliran yang berusaha menunjukkan dan menampilkan objek seni lukis dalam kehidupan sehari-hari tanpa adanya tambahan-tambahan tertentu. Bila diamati aliran realisme berlawanan arah dengan aliran klasisme yang statis dan berlebihan. Pada aman dahulu seni lukis aliran realisme lebih condong menggambarkan tentang perjuangan sosial, reformasi politik dan demokrasi. Ciri khusus dari aliran realisme adalah sesuai dengan kehidupan sehari hari yang jujur dan tidak ada manipulasi di dalamnya.

4. Naturalisme

Aliran naturalisme adalah aliran seni lukis yang mengutamakan keaslian wujud objek yang terdapat di alam. Aliran naturalisme lebih dominan pada penggambaran suasana keindahan alam raya seperti keindahan sawah, sungai yang mengalir dan keindahan alam lainnya. Pelukis dalam aliran seni lukis naturalisme biasanya memilih suasana matahari terbit atau matahari tenggelam karena mampu menimbulkan efek yang lebih natural.

5. Ekspresionisme

Dalam aliran ekspresonisme hal pokok yang paling penting adalah sebuah penggambaran ekspresi. Ekspresi ini akan mampu menimbulkan daya tarik tersendiri yang berkesan. Eksperionisme ini adalah aliran dimana seniman memiliki kecenderungan untuk mentransfer efek-efek emosional dalam gambar.

Definisi dari ekspresionisme sendiri adalah kebebasan mengungkapkan dan melukiskan bentuk dan warna untuk menghasilkan sebuah emosi yang dirasakan. Ciri khusus aliran ekspresionisme adalah tidak ada batasan dalam mengungkapkan ekspresi dalam gambar.

6. Surealisme

Aliran surealisme adalah aliran dimana seniman mengubah dan memproyeksikan objek nyata menjadi objek-objek yang ada dalam sebuah mimpi. Objek yang dihasilkan bersifat unik dan imajinatif. Contoh dari lukisan surealisme adalah ikan terbang, wanita bersayap, manusia jamur dan lain sebagainya.

7. Abstrak

lukisan abstrak

Pada lukisan abstrak pengunjung diminta untuk berpikir gambar apakah itu. Jenis lukisan abstrak adalah jenis lukisan dimana seniman membuat lukisan tidak dalam bentuk aslinya melainkan samar-samar.

8. Gotik

Raja, ratu, tokoh dinasti, hal hal yang berhubungan tokoh suci merupakan hal yang paling mencolok dari lukisan aliran gotik ini. Penyajian dengan garis yang tebal dan warna yang selalu dipertegas merupakan ciri khasnya.

9. Futurisme

Aliran futurisme adalah aliran seni lukis yang menggambarkan objek yang seolah-olah bergerak. Aliran futurisme menekankan pada keindahan garis, visual.

10. Konstruktivisme

Seni lukis aliran konstruktivisme adalah aliran seni lukis yang menekankan penggambaran sebuah detail dari sebuah bangunan. Objek utama gambar konstruktivisme adalah bangunan klasik dan latar belakang yang ada di sekitarnya.

Fungsi Seni Lukis

seni lukis

Seni lukis merupakan seni yang begitu penting dalam berbagai keindahan tempat. Terdapat beberapa fungsi untuk menjelaskannya. Berikut penjelasan dari fungsi seni lukis:

1. Fungsi Primer

Fungsi primer dari seni lukis agar dapat menimbulkan sebuah ketertarikan pada lukisan yang sudah tercipta. Gambaran dari sebuah lukisan adalah buah hasil ekspresi pribadi seorang seniman yang ingin diungkapkan dalam media kanvas. Lainnya halnya dengan pengunjung atau penikmat seni, bagi mereka fungsi lukisan tersebut adalah menimbulkan perasaan menyenangkan untuk dirinya.

2. Fungsi Sekunder

Pada seni lukis, fungsi sekunder tidak hanya sebagai wujud sebuah ekspresi melainkan sebagai seni yang dapat difungsikan. Artinya lukisan dapat menjadi sebuah sarana komunikasi yang baik jika dilihat secara seksama. Contoh fungsi lainnya yaitu seni lukis dapat dijadikan lahan bisnis yang cukup menjanjikan.

3. Fungsi Fisik

Fungsi fisik pada seni lukis lebih mengarah pada nilai estetika atau keindahan dari lukisan yang dihasilkan. Lukisan yang dipajang di suatu ruangan dapat menambah keindahan tempat tersebut. Sehingga orang-orang akan lebih terkesan dengan ruangan dengan lukisan indah di dalamnya daripada ruangan tanpa sebuah lukisan.

Teknik dalam melukis

Ada berbagai macam teknik dalam melukis yang dapat digunakan. Masing-masing teknik memiliki ciri dan karakteristik yang berbeda. Berikut penjelasan dari setiap teknik dalam melukis:

1. Teknik Aquarel

Teknik ini dilakukan dengan menggunakan cat air yang dipoles secara tipis pada permukaan kanvas. Tujuan dari pengunaan teknik aquarel adalah untuk menimbulkan efek gambaran yang terlihat transparan.

2. Teknik Plakat

Teknik lukis plakat menggunakan bahan bahan yaitu cat air, cat minyak, dan cat akrilik dengan mengoleskan warna secara tebal dengan komposisi cat yang agak kental. Hal ini berbeda dengan teknik aquarel yang harus mengoleskan warna secara tipis. Kelebihan dari teknik plakat adalah hasil lukisan jauh lebih kuat dan penuh warna sehingga dapat menimbulkan perasaan yang menyenangkan bagi penikmat seni.

Baca juga artikel tentang Seni Rupa

3. Teknik Pointilis

Dalam menggunakan teknik pointilis seseorang harus membutuhkan kesabaran yang lebih karena teknik ini menggunakan titik-titik agar menghasilkan lukisan yang apik dan menarik. Pelukis harus pintar dalam mengatur gradasi warna agar menghasilkan pola gelap terang yang sesuai.

4. Teknik Spray

Teknik spray merupakan teknik modern dengan cara menyemprotkan cat pada kanvas atau media lukis. Penggunaan teknik ini adalah untuk menimbulkan kesan halus secara visual bagi penikmat lukisan. Teknik spray sering kita jumpai pada grafiti di dinding-dinding jalan.

5. Teknik Basah

Penerapan teknik basah dilakukan dengan mengencerkan cat minyak dengan bahan tertentu seperti linseed oil. Kekentalan cat disesuaikan dengan kebutuhan pelukis dengan mempertimbangkan objek gambar. Sementara kuas yang digunakan dalam melukis dengan teknik basah adalah kuas yang memiliki bulu yang panjang.

6. Teknik Kering

Melukis dengan teknik kering dilakukan tanpa menggunakan cat atau tambahan minyak tertetu. Teknik ini biasa dilakukan dengan alat lukis seperti crayon, pensil warna, spidol atau pensil biasa.

7. Teknik Campuran

Teknik campuran yaitu menggunakan dua teknik sekaligus untuk menghasilkan karya yang lebih berkualitas dan menawan. Contoh dalam penerapan teknik ini adalah, Anda dapat menggunakan teknik kering menggunakan pensil warna kemudian melapisinya dengan teknik basah menggunakan cat air. Teknik ini membuat pelukis menjadi lebih kreatif sehingga mampu menghasilkan karya yang lebih segar.

Itulah beberapa penjelasan dan uraian mengenai seni lukis beserta jenis, fungsi dan teknik dalam pembuatannya. Berbagai macam jenis lukisan mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Fungsi tersebut dapat digunakan untuk berbagai macam hal dan keadaan. Lukisan, selain dapat menimbulkan perasaan senang juga dapat dijadikan lahan bisnis yang menguntungkan. Semoga informasi yang Anda baca dan dapatkan dalam artikel ini dapat menjadi referensi yang bermanfaat.

Pencarian Populer

  • aliran naturalisme cat minyak

Leave a Comment