Rumah Adat Bali, Contoh Gambar dan Penjelasannya

Rumah Adat Bali, Contoh Gambar dan Penjelasannya

Keberadaan rumah adat Bali masih sering kita jumpai di berbagai wilayang di Pulau Bali. Bali memiliki daya tarik tersendiri bagi jutaan wisatan baik domestik maupun mancanegara. Entah dari pariwisata alamnya ataupun adat dan budayanya, Bali selalu bisa menarik hati para wisatawan. Di samping itu, masyarakat Bali sangat menjaga adat istiadat serta budaya mereka agar tetap lestari dan tidak tertelan oleh zaman. Banyaknya macam adat budaya yang di bawa ke Pulau Bali sama sekali tidak melunturkan kecintaan dan ketaatan mereka pada adat dan budaya.

Salah satu adat istiadat yang kekeh dipertahankan masyarakat Bali adalah rumah adat. Masyarakat Bali memperbolehkan wisatawan keluar masuk rumah sebagai salah satu destinasi wisata. Namun begitu, masyarakat Bali tidak goyah dan tidak terpengaruh oleh budaya yang para wisatawan bawa. Masyarakat Bali tetap mempertahankan budayanya.

 

Macam Rumah Adat Bali

Arsitek pembuat rumah adat Bali memiliki pedoman untuk membangun sebuah rumah Bali. Arsitek untuk pembangunan rumah adat Bali disebut dengan undagi. Pedoman tersebut salah satunya berpatok pada Asta Kosala Kosali.Asta Kosala Kosaliadalah terbangunnya sebuah keselarasan dan kedinamisan dalam hidup. Berikut adalah beberapa nama rumah adat Bali.

 

Bangunan Angkul-angkul

Angkul-angkul merupakan bangunan yang hampir mirip dengan gapura. Fungsinya sebagai pintu masuk ke dalam halaman rumah. Angkul-angkul memiliki karakteristik unik tersendiri yaitu memiliki atap yang menghubungkan di atasnya. Di bagian atas maupun samping Angkul-angkul terdapat ukiran khas Bali. Oleh masyarakat bali, Angkul-angkul difungsikan sebagai aling-aling untuk menghindari akses langsung menuju tempat tujuan.

 

Bangunan Aling-aling

Aling-alinga merupakan pembatas antara angkul-angkul dan pekarangan rumah atau tempat suci. Tempat suci tersebut biasanya digunakan untuk tempat penetralisir aura negatif yang dirasakan masyarakat Bali. Masyarakat Bali percaya jika rumah memiliki aling-aling maka banyak aura positif yang masuk ke dalam rumah tersebut

 

Bangunan Sanggah

Dalam kepercayaan umat Hindu di Bali, salah satu tempat beribadah disebut bangunan Sanggah. Biasanya bangunan ini terletak di ujung timur laut dari rumah. Bangunan Sanggah biasa digunakan untuk sembahyang keluarga dalam masyarakat Bali.

 

Rumah Adat Bale Manten

Rumah adat Bale Manten biasa digunakan untuk kepala keluarga dan anak-anak perempuannya. Bisa juga digunakan untuk pasangan yang baru saja menikah. Rumah adat Bale berbentuk persegi panjang. Letaknya sering berada di posisi timur dari rumah. DI dalam rumah adat Bale terdapat Bale kecil yang berada di sebelah kiri dan kanan.

 

MATERIAL PEMBANGUNAN

Pembangunan rumah adat di Bali tidak selalu sama satu dengan yang lainnya. Perbedaan tersebut bisa dikarenakan faktor, kasta, ekonomi maupun strata sosial. Misalnya saja bagi masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah, pembangunan rumah hanya menggunakan speci yang terbuat dari tanah liat. Lain halnya jika seorang bangsawan membuat rumah adat Bali, mereka akan memilih bata atau batako (semen) dalam pembuatan pondasinya. Tidak hanya pondasi ataupun dinding, semua berlaku pada semua bagian rumah misalkan atap, dan pagar. Misalkan saja atap rumah, ada yang terbuat dari genting bata, alang-alang, ijuk atau sejenisnya sesuai dengan kemampuan ekonomi keluarga tersebut.

 

ARSITEKTUR RUMAH ADAT BALI

Pemerintah secara resmi sudah memberi nama rumah adat di Bali dengan sebutan rumah adat Gapura Candi Bentar. Nama Gapura Candi Bentar sebenarnya berasal dari desain pintu masuk pada rumah adat Bali yang telah diukir sedemikian rupa agar menjadi indah dan klasik.

Bangunan Gapura Candi Bentar juga memiliki nilai filosofi yang menggambarkan kearifan lokal masyarakat Bali. Dalam prosesnya, pembangunan rumah adat Bali memakan waktu yang cukup lama. Mulai dari pengukuran tanah, ritual kurban dan memohon izin pada leluhur, ritual peletakan batu pertama, proses pembangunan rumah dan acara syukuran dalam rangka sudah berdirinya rumah yang telah dibangun.

Proses yang dilakukan tidak lain bertujuan agar rumah yang akan ditempati membawa kedamaian dan jauh dari aura negatif bagi para pemilik rumah. Dalam pembangunan rumah adat Bali penempatan ruangan tempat beribadah juga ada aturannya. Misal arah kompas untuk ruangan sembahyang di arah sudut utara dan timur. Sedangkan untuk arah sudut barat dan selatan adalah arah yang paling rendah dalam beribadah.

Walaupun baru saja melihat halaman dari rumah adat Bali, kita dapat menyimpulkan bahwa Bali syarat akan budaya leluhur yang masih kental. Sementara itu, arsitektur rumah adat Bali selalu mengikuti Asta Kosala Kosali dimana filosofinya berarti bahwa manusia harus berhubungan baik dengan Tuhan, manusia berhubungan baik dengan manusia serta manusi berhubungan baik dengan alam.

Desain asli rumah adat Bali yang sangat unik dan menarik sering dipadu padankan dengan desian rumah modern oleh masyarakat Bali di era saat ini. Misal memadukan bangunan angkul-angkul untuk pintu gerbang rumah modern di Bali.

 

Baca: Rumah Adat Papua

 

STRUKTUR RUANG DAN FUNGSINYA

Ketika sudah memasuki rumah adat Bali, maka akan menemukan berbagai ruangan dengan fungsi yang berbeda-beda. Yuk simak ulasannya!

 

Penginjeng Karang

Ruangan penginjeng karang biasanya digunakan sebagai tempat ibadah atau tempat memuja untuk menjaga pekarangan.

 

Bale Manten

Sesuai dengan namanya, Bale Manten juga berfungsi untuk rumah para pengantin baru. Namun, tak jarang ruangan ini digunakan untuk tidur kepala keluarga atau anak-anak peremupuan mereka. Beberapa masyarakat juga menyimpan barang berharga di Bale Manten ini.

 

Bale Gede atau Bale Adat

Bale dalam kamus bahasa Indonesia berarti “Balai” sebuah ruangan besar yang digunakan untuk berkumpul. Jadi Bale Gede adalah ruangan besar yang digunakan untuk berkumpul atau membahas urusan keluarga. Bisa juga digunakan sebagai tempat pertemuan kepala adat beserta anggotanya.

 

Bale Dauh

Balu Dauh merupakan sebuah ruangan yang digunakan khusus untuk anak laki-laki. Kadang kala Bale Dauh digunakan untuk ruang bekerja membuat pekerjaan rumah bagi para lelaki. Jika di dalam rumah memiliki seorang anak laki-laki, biasanya anak laki-laki tersebut akan tidur dai Bale Dauh ini.

 

Paon

Paon adalah sebutan dapur bagi masyarakat Bali. Biasanya ruangan ini terletak di bagian  belakang rumah. Besar kecil ukurannya tergantung dengan keinginan dari pemilik rumah.

 

Lumbung

Masyarakat Bali memiliki ruangan penyimpanan barang-barang yang disebut dengan Lumbung. Lumbung lebih sering digunakan untuk menyimpan makanan pokok misal beras, padi, jagung, ketela dan lain sebagainya.

Baca: Rumah adat sulawesi selatan

Demikian ulasan mengenai beberapa bangunan dan ruang yang berada di dalam rumah adat Bali. Rumah adat Bali selalu memiliki daya tarik tersendiri karena memiliki banyak sekali filosofi adat yang sangat kental. Mulai dari bentuk, ukiran dan posisi letak bangunan secara kompas. Satu hal yang salut diacungi jempol dari masyarakat Bali adalah mereka terus melestarikan adat budaya leluhur dari nenek moyang bangsa. Kelestarian perlu dijaga agar tidak tergeser oleh perkembangan zaman.

Pencarian Populer

  • gambar rumah adat bale manten
  • Genting rumah adat bali
  • model bale adat bali

Leave a Comment