Ulasan Lengkap Mengenai Zakat Fitrah

Zakat Fitrah – adalah salah satu kewajiban bagi setiap umat Islam di dunia ini, baik laki-laki maupun perempuan. Mereka semua wajib mengeluarkan zakat fitrah kepada mereka yang berhak menerimanya. Banyak pertanyaan yang muncul mengenai zakat fitrah ini, apakah zakat fitrah boleh diganti dengan uang, berapakah takaran zakat fitrah yang diberikan berupa beras?

Sebelum membahas hal tersebut, pertama yang harus diketahui adalah apa fungsi dan manfaat zakat fitrah bagi kita semua? dan perintah menunaikan zakat sebelum sholat idul fitri dilaksanakan.

Apa itu Zakat Fitrah?

Telah disebutkan di atas bahwa zakat fitrah adalah salah satu kewajiban bagi setiap umat islam di dunia ini karena masuk ke dalam rukun islam yang ke-4. Dikatakan rukun islam, yang mengisyaratkan bahwa akan terasa kurang keislaman kita bila kita tidak menunaikan zakat fitrah. Kecuali bila kita termasuk ke dalam golongan yang berhak menerima zakat fitrah, maka tidak ada kewajiban bagi Anda untuk menunaikan zakat fitrah. Tapi bila Anda bukan termasuk dari golongan yang berhak menerima zakat fitrah, maka Anda dikenakan kewajiban untuk menunaikannya.

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم قَالَ : أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ، وَيُقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكاَةَ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءُهُمْ وَأَمْوَالُـهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ تَعَالىَ

“Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal itu maka darah dan harta mereka akan dilindungi kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah Subhanahu wata’ala.” (HR. Bukhari no. 25; Muslim no. 22)

Dari riwayat tersebut sudah dijelaskan bahwa, akan terasa kurang lengkap ibadah puasa kita apabila kita tidak menunaikan zakat fitrah diujung puasa.

 

Kapan Batas Waktu Menunaikan / Membayar Zakat Fitrah?

Beberapa ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai kapan waktu pembayaran zakat fitrah ini. Namun pada intinya ada dua waktu utama dalam membayar zakat fitrah.

  1. Waktu Afdhol (Utama) :  adalah waktu saat terbit fajar sampai waktu pelaksaan sholat idul fitri.
  2. Waktu yang dibolehkan: adalah waktu 1 atau 2 hari sebelum pelaksanaan sholat idul fitri.

Beberapa dasar waktu pembayaran zakat fitrah diambil dari hadits berikut ini.

Hadits pertama

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ عَمْرِو بْنِ مُسْلِمٍ أَبُو عَمْرٍو الْحَذَّاءُ الْمَدَنِيُّ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نَافِعٍ الصَّائِغُ عَنْ ابْنِ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ بِإِخْرَاجِ الزَّكَاةِ قَبْلَ الْغُدُوِّ لِلصَّلَاةِ يَوْمَ الْفِطْرِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ وَهُوَ الَّذِي يَسْتَحِبُّهُ أَهْلُ الْعِلْمِ أَنْ يُخْرِجَ الرَّجُلُ صَدَقَةَ الْفِطْرِ قَبْلَ الْغُدُوِّ إِلَى الصَّلَاةِ

“Telah menceritakan kepada kami [Muslim bin Amru bin Muslim Abu Amru Al Khaddza’ Al Madani] telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Nafi’ As Sha`igh] dari [Ibnu Abu Zannad] dari [Musa bin Uqbah] dari [Nafi’] dari [Ibnu Umar] bahwasanya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk membayar zakat fitrah sebelum berangkat (ke tempat shalat) pada hari raya idul fitri. Abu ‘Isa berkata, ini merupakan hadits hasan shahih gharib, atas dasar ini para ulama lebih menganjurkan untuk membayar zakat fitrah sebelum berangkat shalat.” (HR. Tirmidzi: 613)

 

Hadits ke-2

مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِىَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِىَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ.

“Barangsiapa yang menunaikan zakat fithri sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud no. 1609 dan Ibnu Majah no. 1827. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Kedua hadits tersebut menerangkan waktu pembayaran yang dilaksanakan saat terbit fajar sampai dilaksanakannya sholat idul fitri.

Sedangkan untuk waktu pembayaran zakat fitrah yang dilaksanakan 1 atau 2 hari sebelum sholat idul fitri dilaksanakan dasarnya yaitu disebutkan dalam shahih Al Bukhari,

وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ – رضى الله عنهما – يُعْطِيهَا الَّذِينَ يَقْبَلُونَهَا ، وَكَانُوا يُعْطُونَ قَبْلَ الْفِطْرِ بِيَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ

“Dan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma memberikan zakat fithri kepada orang-orang yang berhak menerimanya dan dia mengeluarkan zakatnya itu sehari atau dua hari sebelum hari Raya ‘Idul Fithri.” (HR. Bukhari no. 1511).

 

Bolehkah zakat fitrah ditunaikan sehari setelah sholat idul fitri?

Dikatakan zakat fitrah apabila dibayarkan sebelum pelaksanaan sholat idut fitri dan dikatakan sebagai sedekah bila dibayarkan setelah melewati batas akhir pembayaran zakat fitrah sebagaimana yang disampaikan dalam hadits Abu Daud dan Ibnu Majah di atas. Pertanyaannya, apakah boleh dibayarkan setelah sholat idul fitri? atau melewati batas akhir waktu pembayaran zakat fitrah?

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِىَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِىَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari bersenda gurau dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah biasa.” (HR. Abu Daud 1609; Ibnu Majah 1827. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Jadi, bila kita dengan sengaja melewatkan batas akhir waktu pembayaran zakat fitrah, maka itu dianggap berdosa, namun apabila itu terjadi karena kurangnya ilmu pengetahuan kita mengenai kapan batas waktu zakat fitrah, dianggap tidak berdosa. Akan tetapi, kita tetap harus / wajib membayarkan zakat fitrah sebagai qadha’ zakat fitrah.

As-Syirazi mengatakan,

فإن أخرها حتى اليوم أثم وعليه القضاء؛ لأنه حق مالي وجب عليه، وتمكن من أدائه، فلا يسقط عنه بفوات الوقت

Jika ada orang mengakhirkan pembayaran zakat sampai keluar batas waktu hari itu, maka dia berdosa dan wajib qadha’. Karena zakat fitrah adalah hak harta yang menjadi kewajibannya, dan memungkinkan untuk dia tunaikan. Karena itu, tidak gugur dengan keterlambatan waktu. (al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab, 6/126).

Keterangan lain disampaikan oleh an-Nawawi,

لا يجوز تأخيرها عن يوم العيد، وأنه لو أخرها عصى ولزمه قضاؤها، وسموا إخراجها بعد يوم العيد قضاءً

Tidak boleh mengakhirkan zakat dari waktu yang ditetapkan di hari raya. Dan jika ada yang mengakhirkannya maka dia bermaksiat (berdosa) dan wajib mengqadha’nya. Dan para ulama (Syafi’iyah) menyebut, tindakan mengeluarkan zakat setelah keluar waktu sebagai qadha. (al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 6/84).

Leave a Comment