Doa Buka Puasa yang Shahih Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

Doa Buka Puasa yang Shahih Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

Doa Buka Puasa – Berpuasa di bulan Suci Ramadhan merupakan kewajiban bagi seluruh umat Islam di dunia. Banyak pahala yang akan kita peroleh dari amalan-amalan dan sunnah yang ringan. Tidak tanggung-tanggung, Allah melipatgandakan semua amalan yang kita lakukan di bulan suci ramadhan ini. Salah satu amalan yang ringan sekali dilakukan adalah membaca doa ketika buka puasa.

Rasa lapar dan haus yang tidak tertahankan terkadang membuat kita bersegera meminum dan makan apa saja yang ada di hadapan kita. Memang, Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk bersegera berbuka puasa, tapi tidak juga melupakan sunnahnya yaitu membaca doa berbuka puasa agar makanan yang masuk ke dalam perut kita mendapat berkah dari Allah SWT.

Sudah benarkah doa buka puasa yang sering kita ucapkan selama ini?

Doa berbuka puasa tidak sekedar mengucapkan bismillahirrohmanirrohim saja, melain ada tuntunan yang Rasulullah SAW ajarkan kepada kita semua.

doa buka puasa

Pada umumnya, orang membaca doa tersebut ketika berbuka puasa. Apakah itu sudah benar?

Lafal tersebut bersumber dari sunnah Abu Daud No. 2358.

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ مُعَاذِ بْنِ زُهْرَةَ أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Artinya: Telah menceritakan kepada kami [Musaddad], telah menceritakan kepada kami [Husyaim], dari [Hushain] dari [Mu’adz bin Zuhrah], bahwa telah sampai kepadanya bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila berbuka beliau mengucapkan: ALLAAHUMMA LAKA SHUMTU WA ‘ALAA RIZQIKA AFTHARTU (Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan dengan rizqiMu aku berbuka).

Hadits tersebut oleh beberapa ulama dikatakan hadits dho’if karena sannadnya terputus. Salah satu ulama yang mengakatan bahwa hadits tersebut merupakan hadits dhoif adalah Syaikh Al Bani dan Ibnu Qoyyim Al Jauziyah. Alasannya karena Mu’adz bin Zuhrah merupakan seorang tabi’in sedangkan Husyaim dan Hushain bukan dari golongan tabi’in sehingga sanadnya terputus. Hadits semacam ini dikatakan sebagai hadits mursal.

Lantas manakah doa buka puasa yang shahih sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW?

Kembali rujukan hadits tentang doa buka puasa terdapat dalam shahih Abu Daud berikut ini,

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى أَبُو مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ أَخْبَرَنِي الْحُسَيْنُ بْنُ وَاقِدٍ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ يَعْنِي ابْنَ سَالِمٍ الْمُقَفَّعَ قَالَ رَأَيْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقْبِضُ عَلَى لِحْيَتِهِ فَيَقْطَعُ مَا زَادَ عَلَى الْكَفِّ وَقَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Artinya: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Muhammad bin Yahya Abu Muhammad], telah menceritakan kepada kami [Ali bin Al Hasan], telah mengabarkan kepadaku [Al Husain bin Waqid], telah menceritakan kepada kami [Marwan bin Salim Al Muqaffa’], ia berkata; saya melihat [Ibnu Umar] menggenggam jenggotnya dan memotong jenggot yang melebihi telapak tangan. Dan ia berkata; dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila berbuka beliau mengucapkan: DZAHABAZH ZHAMAA`U WABTALLATIL ‘URUUQU WA TSABATIL AJRU IN SYAA-ALLAAH (Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah tetap pahala insya Allah). 

Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lantas mana yang harusnya dipakai? menurut Syaikh Ibnu Utsaimin ulama Arab Saudi, keduanya doa boleh dipakai.

Simak penjelasannya berikut ini

Ceramah Ustad Abdul Somad

Ceramah Ustad Adi Hidayat

Leave a Comment