- Khutbah

25 Contoh Materi Khutbah Jumat Singkat Lengkap Berbagai Macam Tema

masjidImage Source: thoughtco.com

Kumpulan Khutbah Jumat Singkat – Berikut ini adalah daftar contoh khutbah singkat dan juga panjang yang tim wawasan edukasi kumpulkan dari berbagai macam sumber. Semoga kumpulan naskah maupun teks jumat berikut ini dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk membentuk masyarakat Islami yang bertaqwa dan beriman.

Daftar Lengkap Khutbah Jumat Singkat

  1. Khutbah Jumat tentang Keutamaan, Keistimewaan serta Manfaat Sedekah Pada Hari Jumat
  2. Khutbah Jumat tentang Pentingnya Menjaga Amanat
  3. Khutbah Jumat tentang Doa dan Amalan Sebelum Tidur
  4. Khutbah Jumat tentang Bahaya Sifat Dengki dan Iri Hati
  5. Khutbah Jumat tentang Dampak Harta Haram Bagi Kehidupan Seseorang
  6. Khutbah Jumat tentang Belajar Ikhlas dalam Setiap Beramal
  7. Khutbah Jumat tentang Menegakkan Sholat Berjamaah
  8. Khutbah Jumat tentang Kemuliaan Wanita
  9. Khutbah Jumat tentang Cara Islam dalam Mengatasi Kerusakan Moral
  10. Khutbah Jumat tentang Kesabaran
  11. Khutbah Jumat tentang Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
  12. Khutbah Jumat tentang Bersyukur Kepada Allah SWT
  13. Khutbah Jumat tentang Sedekah
  14. Khutbah Jumat tentang Amal Sholeh
  15. Khutbah Jumat tentang Ciri-ciri Orang Beriman
  16. Khutbah Jumat tentang Hakikat Cinta Kepada Allah SWT
  17. Khutbah Jumat tentang Perang Melawan Syitan dan Menutup Pintu Masuknya
  18. Khutbah Jumat tentang Keutamaan Orang yang Berilmu
  19. Khutbah Jumat tentang Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  20. Khutbah Jumat tentang Menyabut Tahun Baru Hijriah
  21. Khutbah Jumat tentang Persaudaraan Islamiah
  22. Khutbah Jumat tentang Berbakti Kepada Ibu
  23. Khutbah Jumat tentang Hukum Jual Beli Khamr

Contoh Khutbah Jumat tentang Kewajiban Berdakwah

dakwah, mimbar, ceramah

Kewajiban Dakwah – cahayaislam.id

Hadirin Jamaah jumat yang berbahagia, marilah kita bersyukur kepada Allah SWT yang telah berkenaan mengutus Rasul-Nya Muhammad SAW dengan petunjuk dan Islam adalah Agama yang benar. Sebagai pengganti Agama-agama lain yang mengajarkan kebathilan. Meskipun orang-orang musyrik membencinya, kita harus tetap menegakkan Agama Allah SWT.

Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

Rahmat dan salam semoga terus tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, para sahabat dan semua pengikutnya sampai di yaumul qiyamah.

Hadirin jamaah jumat yang berbahagia,

Berkat usaha dan kegigihan Nabi Muhammad SAW, Agama Islam tersebar hampir ke seluruh pelosok dunia. Bersama para sahabat dan pengikut-pengikutnya, Rasulullah SAW berjuang tida henti demi tegaknya agama Allah. Mereka semua melaksanakan kewajiban berdakwah ini meskipun nyawa taruhannya. Bila bukan karena Izin Allah dan Usaha Rasulullah SAW beserta para sahabatnya, tidaklah mungkin kita dapat merasakan indahnya beragama Islam.

Untuk itulah, dalam kesempatan yang singkat ini, saya akan uraikan mengenai arti, fungsi dan peranan dakwah dalam kehidupan beragama serta kelangsungannya.

Arti dan Fungsi serta Perananan Dakwah

Dalam islam, Berdakwa berarti mengajak dan menggerakkan suatu umat agar mau melaksanakan dan menjalankan ajaran Agama Islam. Tujuannya adalah supaya memperoleh kebahagiaan baik di dunia dan di akhirat berdasarkan firman Allah SWT berikut ini.

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Artinya: “Ajaklah mereka ke jalan Allah ( Agama Islam) dengan cara bijaksana, dan nasehat yang baik, serta berdiskusi atau bertukar fikiran yang baik, bahwasannya Tuhannmu Maha Mengetahui siapa yang sesat dan yang mendapat petunjuk dari jalan-Nya.” (Q.S An-Nahl: 125).

Hadirin Jamaah Jumat yang Mulia,

Bagi umat Islam, dakwah merupakan tugas yang sangat mulia dan bukan hanya tugas atau kewajiban ulama saja, melainkan kita semua juga diperintahkan untuk berdakwah. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan apabila saya katakan bahwa, ditengah para da’i lah hidup dan matinya agama. Dan seluruh umat Islam adalah Da’i yang memiliki kewajiban untuk menyampaikan, mengajak, dan mengajarkan ilmu yang Allah titipkan kepadanya untuk siapa saja yang membutuhkan.

Firman Allah SWT

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

Artinya: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Q.S Ali Imran: 110).

Perintan untuk berdakwah juga disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam hadits berikut ini.

Artinya: “Sampaikanlah ilmu tentang keislaman dariku sekalipun hanyalah satu ayat”.

Hadirin jamaah jumat yang mulia,

Dengan berdasar keterangan dari ayat Al Quran tersebut, umat Islam di seluruh dunia baik pada Zaman para sahabat dan generasi setelah selalu berusaha menyebarluaskan agama Islam ke seluruh dunia. Mengajak mereka yang belum mengenal Islam agar lebih mengenal, sehingga mereka yang beranggapan bahwa Islam adalah agama teroris, perlahan akan mengerti betapa indahnya agama yang penuh rahmat ini. Olehkarenanya semangat berdakwah harus terus dipupuk dalam setiap benak kita semenjak kecil.

Tujuan mulia ini tentu tidak akan dapat terlaksana dengan baik apabila semangat berdakwah itu sudah mulai luntur dari setiap diri umat Islam. Berkaitan dengan kewajiban ini, Rasulullah SAW bersabda,

Artinya: ” Barangsiapa tidak memperdulikan kewajiban dan tanggung jawab umat islam, maka ia bukan jamaah umat islam,”. (HR. Tabrani).

Hadirin jamaah jumat yang mulia,

Melakukan dakwah pada masa sekarang tidaklah sesulit seperti yang dilakukan pada masa Rasulullah dan para sahabat. Pada masa sekarang, kita sudah bisa bebas berpidato diatas mimbar, memberikan kultum, melakukan kajian selesai sholat, dan melalui kegiatan apa saja. Oleh karena itu, wahai umat islam, marilah kita bersama-sama tegakkan giatkan kegiatan berdakwah demi terlaksananya ajaran islam di negeri kita ini. Allah SWT berfirman

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنْتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ ۚ وَإِنْ كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ

Artinya: “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.” (Q.S Al Baqarah: 143)

Hadirin jamaah jumat yang mulia,

Untuk mengakhiri khutbah jumat ini, saya mengajak diri saya sendiri dan para hadirin untuk bersama-sama melaksanakan kewajiban kita dalam berdakwah, demi kebahagaiaan dan kebangkitan umat Islam. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan taufik, hidayah dan pertolong-Nya kepada kita semua untuk dapat melaksanakan perintahnya dengan sebaik-baiknya.

Doa Penutup Khutbah Jumat

Contoh Khutbah Jumat tentang Buah Ketakwaan

ketakwaan, takwa, taqwaBuah Ketakwaan – islamicity.org

Pembukaan Khutbah

Maasyiral Muslimin, jamaah shalat jumat rahimakumullah,

Pada kesempatan yang mulia ini, saya berwasiat kepada hadirin jamaah jumat sekalian pada umumnya dan pada diri saya sendiri khususnya, marilah kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, dengan melaksanakan segala yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala yang menjadi larangan-Nya. Dengan demikian, semoga kita mendapatkan kebahagiaan baik dunia maupun di akhirat.

Maasyiral muslimin jamaah shalat jumat rahimakumullah.

Takwa, berarti mematuhi dan menjalankan semua perintah-perintah Allah dan menjauhi segala yang telah dilarang oleh-Nya. Takwa dapat juga diartikan dengan menjauhi segala larangan yang akan mendatangkan kemurkaan Allah SWT kepada kita.

Definisi Takwa menurut Ali bin Abi Thalib sebagai rasa takut kepada Allah Yang Maha Agung, mengamalkan kitab suci, qana’ah dengan yang sedikit dan mempersiapkan bekal buat perjalanan setelah mati.

Sebagian ulama mendefinisikan takwa sebagai terpadunya antara ilmu, amal dan istiqamah. Orang yang dungu, tidak tahu perintah-perintah Allah dan juga larangan-Nya, maka orang tersebut tidak akan menjadi orang yang bertakwa. Sedangkan orang yang berilmu tinggi tapi tidak melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah SWT, maka orang tersebut tidak bisa diberikan predikat sebagai orang bertakwa.

Maasyiral muslimin jamaah shalat jumat rahimakumullah.

Jadi, untuk mencapai derajat takwa, seorang muslim dituntut untuk memiliki penguasaan ilmu, amal saleh dan istiqamah dalam mengamalkannya secara tulus dan ikhlas. Sebab seseorang tidak akan mungkin dapat mencapai sesuatu tingkatan kemuliaan dan derajat ketakwaan tanpa di dasari ilmu. Bagaiaman mungkin seseorang akan dapat melaksanakan perintah Allah bila orang tersebut tidak mengetahui apa yang diperintahkan Allah dalam Al Quran. Begitu juga dengan larangan yang diberikan oleh Allah, tidak mungkin seseorang akan menjauhi larangan tersebut apabila dirinya tidak mengetahui apa saja yang dilarang oleh Allah SWT.

Maasyiral muslimin jamaah shalat jumat rahimakumullah.

Sifat dan ciri-ciri orang bertakwa sebagaimana dijelaskan di dalam Al Quran yaitu percaya dan yakin akan adanya sesuatu yang maujud yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindra manusia. Tetapi keyakinan itu didasarkan pada dalil yang menunjukkan keberadaan sesuatu yang ghaib seperti adanya Allah SWT, malaikat, jin dan syitan.

Jadi, bila kita cermati definisi takwa dan sifat-sifat orang yang bertakwa tersebut tidak ada yang menyebutkan tentang ras, suku, golongan maupun status sosial seseorang. Melainkan amal ibadah kita yang menjadikan kita mendapat gelar sebagai orang yang bertakwa.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al Hujurat ayat 13

Artinya: ”Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takqa”.

Bila merujuk kepada ayat tersebut, masih banyak peluang bagi siapa saja untuk mendapatkan predikat orang yang bertakwa tanpa terkecuali.

Maasyiral muslimin jamaah shalat jumat rahimakumullah.

Marilah kita terus tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Karena takwa merupakan sebaik-baiknya bekal untuk dipersembahkan kepada Allah.

Firman Allah SWT dalam QS. Al Baqarah ayat 197

Artinya: “Berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal”.

Demikianlah khutbah yang saya sampaikan, semoga kita menjadi orang yang benar-benar bertakwa kepada Allah SWT sehingga kita menjadi orang yang paling mulia di sisi Allah SWT.

Penutup

Contoh Khutbah Jumat tentang Keutamaan Ilmu

learning, belajar, ilmu, pengertian belajar
psychlearningcurve.org

Maasyiral Muslim Jamaah Shalat jumat rahimakumullah

Pada kesempatan yang mulia ini, melalui mimbar khutba jumat ini saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan pada para jamaah sekalian, marilah kita terus menerus berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menunaikan segala perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya. Dengan iman dan takwa, semoga kita mendapat kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan juga di akhirat.

Maasyiral Muslim Jamaah Shalat jumat rahimakumullah

Tahap awal yang harus ditempuh oleh seorang muslimin sebelum beramal dan beribadah adalah memahami terlebih dahulu tentang ilmunya. Karena ilmu merupakan dasar kita melaksanakan ibadah sesuai dengan perintah Allah dan ajaran Rasulullah SAW. Mengenai keutamaan ilmu, ada sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abi Umamah al Bahiliy bahwasannya ia berkata

“pernah dikemukakan di hadapan Rasulullah SAW tentang dua orang yang satu ahli ibadah (yang tidak berilmu), sedang yang satunya orang alim. Rasulullah SAW bersabda. “Keutamaan orang yang berilmu atas orang yang ahli ibadah, sebagaimana keutamaanku atas orang yang paling rendah di antara umatku”. Selanjutnya beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah, para malaikat, semua penduduk langit dan bumi, sampai semut dalam liangnya, juga ikan-ikan memohonkan rahmat pada orang yang mengajarkan kebaikan pada manusia.” (HR. Tirmidzi)

Oleh karena itu, seorang hamba selayaknya memiliki keduanya, ilmu dan amal ibadah yang baik jangan pernah sampai putus.

Ketika ilmu dan ibadah menjadi suatu keharusan bagi setiap muslimin di dunia, maka terlebih dahulu kita harus mengetahui ilmunya untuk menjalankan ibadah yang akan kita laksanakan nantinya. Karena dikhawatirkan bahwa amal ibadah kita nanti tidak sesuai dengan tuntunan yang diberikan oleh Rasulullah SAW bila kita tidak mengetahui ilmunya terlebih dahulu. Nabi SAW bersabda

Artinya: “Ilmu adalah pemimpin bagi amal, sedangkan amal mengikutinya.”

Sudah jelas bagi kita semua bahwa ilmu merupakan landasan bagi kita untuk melaksanakan ibadah yang sesuai dengan perintah Allah dan juga Rasulullah.

Maasyiral Muslim Jamaah Shalat jumat rahimakumullah

Rasulullah SAW bersabda menjelaskan tentang keutamaan orang yang berilmu sebagai berikut:

Artinya: “Tidur dengan didasari atas ilmu lebih baik daripada ibadah secara bodoh (tanpa didasari ilmu).”

Allah SWT berfirman dalam QS. Fathir ayat 28

Artinya: “Sesungguhnya yang takut kedapa Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama.”

Demikian itu, karena orang yang tidak mengenal Allah dengan baik dan yang sebenar-benarnya, maka dia tidak akan takut kepada-Nya dengan ketakutan yang sebenar-benarnya. Tidak pula mereka mengagungkan-Nya dengan yang sebenar-benarnya. Denga ilmu, kita akan bisa mengenal dan mengagungkan-Nya dengan sebenar-benarnya. Maka ilmu menjadi membuahkan segala ketaatan kita kkepada Allah dan menjauhkan diri dari segala kemaksiatan berkat pertolongan dan petunjuk dari Allah SWT.

Maasyiral Muslim Jamaah Shalat jumat rahimakumullah

Demikianlah khutbah jumat yang saya sampaikan pada kesempatan kali ini. mudah-mudahan apa yang telah saya sampaikan ini dapat bermanfaat bagi kita semua amiin.

Doa penutup.

Contoh Khutbah Jumat tentang Ulama Pewaris Nabi

wali songo, ulama pewaris nabi
masbidin.net

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

(pembukaan khutbah)

Ma’asyiral muslimin, jama’ah khutbah jum’at rahimakumullah.

Mengawali khutbah Ju’at pada kesempatan kali ini, saya berpesan kepada para jama’ah semua terutama kepada diri saya sendiri agar kita senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT dengan cara melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dengan penuh kesadaran, kesabaran, dan keikhlasan hati karena Allah. Dengan demikian, mudah-mudahan kita termasuk ke dalam hamba-Nya yang selamat di dunia dan di akhirat.

Ma’asyiral muslimin, jama’ah khutbah jum’at rahimakumullah.

Ulama adalah seorang yang alim dengan syari’at Allah, seorang yang pandai ilmu agama serta mengamalkan ilmunya atas bimbingan hidayah serta selalu dalam kewaspadaan penglihatan batinnya sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW dan tradisi salafush shalih yang menyeruan kepada Allah dengan penuh hikmah yang telah dianugerahkan kepadanya. Allah SWT berfirman:

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَآءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَايَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُوا اْلأَلْبَابِ

Artinya: “ Allah menganugerahkan al-hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al-Qur’an dan as- Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman allah).” (QS. Al-Baqarah: 269)

Para ulama disebut sebagai para pewaris nabi sesuai dengan yang ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW:

Artinya: “ Rasulullah SAW bersabda, “ Barang siapa yang menempuh perjalanan daam rangka untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan baginya jalan menuju surga. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayapnya, karena ridha terhadap orang yang mencari ilmu. Apa yang ada di langit dan di bumi memohonkan ampun bagi orang yang alim, sampai ikan di lautpun memohonkan ampun untuknya. Keutamaan orang yang alim atas orang ahli ibadah adalah ibarat kelebihan rembulan atas bintang-bintang. Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Para nabi tidak mewariskan dinar dan tidak pula dirham, tetapi mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barang siapa yang mengambilnya, berarti dia telah mengambil bagian yang sempurna.” (HR. Tirmidzi).

Para ulama selain menjadi pewaris nabi, mereka juga menjadi hujjah Allah di muka bumi terhadap kebenaran. Dan hujjah itu tidak akan dapat ditegakkan kecuali melalui dakwah dan berdiplomasi dengan segala kealiman, keilmuan dan segala keteladanannya.

Dalam mengurusi persoalan kemashlahatan umat, ulama merupakan orang yang dipercaya akan dapat menciptakan kemashlahatan bagi umat manusia, baik itu dalam urusan agama maupun dalam urusan duniawi.

Untuk mencari solusi dari berbagai persoalan yang ada, ulama menjadi tumpuhan umat karena kepada mereka umat meminta petunjuk, pendapat, pertimbangan, dan fatwa untuk dapat menyelesaikan dan memberikan solusi bagi masalahnya.

Serta ulama juga merupakan seorang imam agama. Sebagai seorang imam agama mereka memiliki keutamaan, kemuliaan, dan kedudukan yang tinggi. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT:

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا۟ وَكَانُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا يُوقِنُونَ

Artinya: “ Dan kami jadikan diantara mereka itu pemimpin-pemimpin yang member petunjuk dengan perintah kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami.” (QS. As-Sajadah: 24)

Ma’asyiral muslimin, jama’ah khutbah jum’at rahimakumullah.

Para ulama juga mendapatkan pujian dari Allah SWT sebagaiman tersebut dalam ayat:

إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَٰٓؤُا۟ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ….

Artinya: “ Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hambaNya hanyalah ulama.” (QS. Faathir: 28)

Sebagaimana telah disebutkan dalam ayat di atas, bahwa orang yang paling memiliki rasa takut kepada Allah SWT diantara hamba-hambaNya adalah para ulama. Berkat kehadiran ulama kita bisa mengetahui dan mengerti hokum-hukum syari’at yang bersumber dari al-qur’an dan al- Hadits.

Kepada ulamalah umat mengadukan berbagai permasalahan keagamaan dan keduniawian. Karena ulama, umat bisa menjadi tahu dan mengerti akan kebenaran hokum-hukum agama. Maka apabila kita tidak mengerti dan mengetahui akan hokum dan persoalan-persoalan keagamaan, maka menjadi keharusan bagi kita untuk bertanya kepada mereka. Allah SWT berfirman:

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِىٓ إِلَيْهِمْ ۚ فَسْـَٔلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: “ Dan kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl:43)

Sebagai umat islam kita harus mengambil konsep ajaran islam secara benar, yakni konsep ajaran islam yang diajarkan dan dipertahankan para ulama sebagai pewaris Nabi. Umat islam jangan sampai terjebak ke dalam pola-pola pemikiran orang-orang yang tidak menguasai betul tentang metode pemahaman sumber ajaran Islam, sehingga terseret arus perselisihan dan perbedaan yang membahayakan dan menyesatkan. Rasulullah SAW telah mengingatkan kepada kita akan hal ini, melalui sabdanya “ Sesungguhnya barang siapa di antara anda yang hidup setelah aku, niscaya akan melihat perselisihan (paham) yang banyak. Ketika itupegang teguhlah sunnahku dan sunnah Khaulafaur Rasyidin yang mendapatkan petunjuk dan yang dapat memberi petunjuk. Berpegang teguhlah kamu pada sunnah itu seerat-eratnya.” (HR. Abu Dawud)

Ma’asyiral muslimin, jama’ah khutbah jum’at rahimakumullah.

Akhirnya, mudah-mudahan khutbah jum’at singkat ini bermanfaat dan semoga Allah SWT menjadikan kita sebagai orang yang beruntung, bahagia di dunia dan di akhirat Amiin.

Penutup khutbah

Itulah beberapa contoh materi atau naskah khutbah jumat yang dapat kami himpung. Semoga dapat bermanfaat. Diatas merupakan naskah yang diambil dari kultum singkat dan ceramah singkat. Silahkan diedit dan sesuaikan dengan kebutuhan, situasi yang sedang berlangsung saat ini. Karena menyampaikan khutbah dengan mengaitkan kejadian yang sekarang akan membuat orang lebih mudah dalam memahami isi khutbah.

Pencarian Populer

  • tema untuk khutbah jumat
  • khutbah singkat
  • materi khutbah jumat singkat
  • khutbah jumat singkat
  • contoh khutbah jumat lengkap
  • contoh khutbah jumat singkat
  • khutbah jumat singkat 2018
  • contoh khutbah singkat
  • contoh khutbah jumat lengkap dengan pembuka dan penutup
  • contoh khutbah jumat singkat dan jelas

About Wawasan Edukasi

Read All Posts By Wawasan Edukasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *