Kumpulan Contoh Kultum dan Khutbah Jumat Bulan Muharram

Contoh Kultum dan Khutbah Jumat Bulan Muharram – Bulan muharram merupakan bulan pertama dari tahun hijriah. Nah, untuk menyambut bulan ini, berikut ini adalah beberapa contoh kultum dan khutbah jumat yang cocok untuk bulan muharram.

 

Contoh Kultum dan Khutbah Jumat tentang Menyambut Tahun Baru Islam (Hijriah)

Assalamualaikum wr, wb.

Hadirin Jamaah shalat jumat rahimakumullah.

Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak para jamaah untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT, atas segala anugerah dan kenikmatan yang telah diberikan kepada kita. Sehingga kita masih diberikan kesempatan untuk bisa bertemu dengan tahun baru ….. Hijriah. Mudah-mudahan, kedepan kita diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk mengisi lembaran-lembaran baru dalam hidup kita dengan senantiasa meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT.

Ditahun yang baru ini, semoga kita dapat tetap istiqamah untuk menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Dan juga mampu untuk menjauhi segala perbuatan yang dapat mengundang murka Allah SWT. Dengan begitu, mudah-mudahan kita memperoleh limpahan rahmat, berkah dan ridha-Nya. Bahagia dunia dan akhirat.

Hadirin jamaah Shalat jumat rahimakumullah

Hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun terus digilirkan oleh Allah SWT. Berlalu meninggalkan kta tanpa pernah akan kembali lagi, sementara pada setiap saat yang telah lalu itu, apakah sudah terisi dengan kebaikan ataukah keburukan, semua itu kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, kita mesti banyak memohon ampun kepada Allah SWT atas apa yang telah kita perbuat selama ini.

Kedepan, hendaknya kita harus terus berusaha secara maksimal untuk selalu mengisi setiap waktu kita dengan aktivitas-aktivitas keimanan dan kesalehan yang jauh lebih banyak dari sebelumnya. Supaya ridha Allah dapat mengalir kepada kita semua. Aminn.

Hadirin jamaah shalat jumat rahimakumullah,

Rasulullah SAW dan para sahabatnya sebelum melakukan hijrah secara fisik, mereka terlebih dahulu menghijrahkan bathin. Selama tiga belas tahun lama melakukan hiijrah bathin ditenga-tengah komunitas yang selalu menentang perbuatan mereka. Ditengah-tengah komunitas yang penuh kegelapan, kejahiliyaan, dan kemusyrikan.

Meskipun rintangan yang mengancam nyawa mereka, namun mereka senantiasa istiqamah dalam melakukan hijrah. Sedikitpun mereka tidak pernah goyah dalam mempertahankan iman mereka. Malah justru sebaliknya, dalam kondisi semacam itu, mereka semakin tangguh dalam memperkuat keyakinan dan keimanan mereka.

Hijrah merupakan peristiwa bersejarah yang memiliki makna penting dan strategis untuk dijadikan pijakan dalam medan perjuangan yang tetap relevan bila dikaitkan dengan konteks sekarang. Peristiwa hijrah tidak bisa dilepaskan dari berjihat di jalan Allah SWT. Banyak ayat-ayat Al Quran yang menyatakan akan hal ini, diantaranya firman Allah SWT berikut ini.

نَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَٰئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلَايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا ۚ وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. (Q.S Al Anfal 72)

Dan juga firman Allah SWT berikut ini.

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Artinya: “Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.” (Q.S Al Anfal 74)

Hadirin jamaah shalat jumat rahimakumullah

Dengan tahun baru hijriah ini, marilah kita jadikan momentum memperkokoh keimanan dan memperteguh perjuangan kita dalam membela islam. Baik dengan harta, jiwa dan raga kita demi tegaknya agama Allah SWT. Sebagaimana semangat keimanan dan perjuangan para sahabat yang tidak mudah patah semangat, mereka begitu gigih mempertahankan dan memperjuangkan keimanan dan keyakinan aqidahnya.

Meninggalkan kampung halaman yang sudah mendaarah daging, harta dan keluarga yang dicintainya yang berbeda akidah, bukanlah hal yang mudah dilakukan bila tanpa keimanan yang kuat. Demi keimanan dan keyakinan mereka rela meninggalkan kampung halam, menyusuri padang pasir di bawah sengatan terik matahari dan dinginnya angin malam dari Makkah menuju Madinah. Sebuah perjalanan yang melelahkan dan beresiko tinggi. Tanpa keimanan yang uat mustahil seseorang mau melakukannya. Iman yang mereka pertahankan melahirkan kekuatan yang luar biasa, dengan keimanan yang tertanam kuat dalam batin, penderitaan lahir tidak menyurutkan semangat mereka dalam berhijran dan berjihad di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang mukmin sejati, yang mendapatkan maghfirah, anugerah besar dan derajat yang tinggi di sisi Allah. Sebagaimana yang ditegaskan dalam ayat di atas.

Hadirin jamaah shalat jumat rahimakumullah.

Demikianlah khutbah yang dapat saya sampaikan melalui mimbar khutab ini. Mari kita jadikan tahun baru Hijriah ini sebagai momentum untuk memperkokoh keimanan, memperteguh perjuangan dan semoga kita diberi kekuatan oleh Allah untuk dapat mengisi sisa-sisa usia kita dengan aktifitas keimanan dan kesalehan, sehingga kedepan kita semakin bertakwa dan dekat kepada Allah dan dengan ketakwaan dan kedekatan hubungan baik kepada Allah, tentu kita menjadi orang yang beruntung dan berbahagia, utamanya kelak di sisi Allah SWT.

Doa penutup.

Baca juga “Contoh Pidato Agama Terlengkap

Pencarian Populer

  • dakwah singkat
  • cintoh dakwah
  • contoh teks dakwah singkat
  • contoh materi dakwah
  • contoh dakwah singkat
  • contohdakwah
  • contoh dakwah singkat tentang bersyukur
  • teks dakwah singkat
  • contah dakwa
  • contoh ceramah pendek

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *