Contoh dan Cara Melakukan Uji Validitas dengan Rumus Korelasi Pearson

Contoh Uji Validitas – Ketika hendak mengumpulkan suatu data atau informasi dalam penelitian, maka kita membutuhkan bantuan suatu alat atau yang lebih kita kenal dengan istilah instrumen penelitian. Setiap instrumen memiliki fungsi dan tujuannya masing-masing.

Nah, sebelum menggunakan alat atau instrumen tersebut untuk mengumpulkan data, hal yang harus kita lakukan terlebih dahulu adalah menguji instrumen tersebut apakah layak digunakan atau tidak. Salah satu uji yang biasa kita lakukan adalah uji validitas.

 

Pengertian Uji Validitas

Menurut Zaifuddin Azwar (2015: 8) menjelaskan bahwa validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauhmana akurasi suatu tes atau skala dalam menjalankan fungsi pengukurannya.

Djemari Mardapi (2012: 38) menjelaskan bahwa, validitas merupakan dukungan bukti dan teori terhadap penafsiran skor tes sesuai dengan tujuan penggunaan tes. Oleh karena itu, validitas merupakan fundamen paling dasar dalam mengembangkan dan mengevaluasi suatu tes.

Agar lebih memahami mengenai apa itu uji validitas, silahkan baca pada Pengertian Uji Validitas

 

Contoh Uji Validitas Secara Manual

Nah, berikut ini Wawasan Edukasi mencoba memberikan contoh bagaimana cara melakukan uji validitas.

rumus yang digunakan adalah

korelasi pearson

1. Siapkan Lembar Kerja atau Skor Hasil Pengujian Soal

Pengujian validitas pada suatu instrumen tes pada dasarnya dilakukan untuk tiap item soal yang kemudian di bandingkan dengan r tabel. Jadi agar lebih mudah, siapkan dulu tabelnya.

Kurang lebih seperti itulah contoh lembar kerja untuk melakukan uji validitas.

 

2. Masukkan data atau skor ke dalam tabel yang telah dibuat

Dalam contoh ini, Wawasan Edukasi menggunakan soal pilihan ganda sehingga skor yang digunakan adalah 0 dan 1. Skor 1 bila jawaban benar dan skor 0 bila jawaban salah.

Setelah data dimasukkan dan dijumlahkan seperti pada gambar di atas, selanjutnya adalah menentukan nilai kuadrat dari total atau (X). Lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini.

Setelah memperoleh nilai X kuadrat, selanjutnya kita buat kolom lagi untuk menghitung nilai dari setiap soal dari semua responden.

Jadi, nilai dari keseluruhan siswa pada soal nomor 1 misalnya, kemudian dikalikan dengan total skor (x) dari yang diperoleh siswa. Silahkan lihat kolom X1. itu merupakan hasil perkalian dari kolom 1 (soal nomor 1) dengan kolom X total nilai dari setiap siswa.

Lanjutkan perhitungan tersebut sampai soal terakhir.

Langkah berikutnya adalah mencari nilai kuadrat dari setiap skor pada soal 1

Pada gambar terlihat kolom 1* itu adalah hasil kuadrat dari kolom 1.

Bila tabel penolong sudah selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan dengan menggunakan persamaan Korelasi Pearson Product Moment

 

Cara Melakukan Perhitungan tau Uji Validitas Menggunakan Korelasi Pearson Product Moment

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menuliskan persamaannya terlebih dahulu.

Sebelumnya, tolong perhatikan rumus di atas dengan teliti. Lambang-lambang pada rumus di atas disesuaikan dengan kolom atau tabel yang telah dibuat sebelumnya pada pembahasan di atas. Jadi lakukan perhitungan dengan hati-hati.

Setelah menulis rumus pada word atau secara manual, langkah selanjutnya adalah memasukkan nilai-nilai yang telah kita peroleh pada tabel penolong di atas tadi.

Langkah 1.

Masukkan nilai N. Nilai N disini adalah jumlah remponden atau peserta didik yang kita gunakan untuk pengujian. Saya di sini menggunakan hanya 5 sampel.

Perlu diingat, sebaiknya Anda menggunakan sampel yang sesuai dengan aturan pengambilan sampel.

Setelah jumlah sampel Anda masukkan, maka tampilannya sekarang akan menjadi seperti pada gambar.

 

Langkah 2

Masukkan nilai total dari soal nomor satu seperti pada gambar.

Langkah 3

Masukkan nilai kuadrat dari soal nomor 1. Lihat pada gambar. Hati-hati dengan simbol, karena seringkali orang salah menghitung karena salah penafsiran dengan simbol. Banyak dari mereka melakukan perkalian kuadrat padahal seharusnya dalam rumus tidak dikuadratkan.

Langkah 4.

Masukkan nilai X total seperti yang terlihat pada gambar berikut

Langkah 5

Masukkan nilai total dari X kuadrat. Lihat gambar berikut dan samakan dengan tabel.

Langkah 6

Masukkan nilai total dari perkalian X dengan angka pada soal nomor 1. Lihat gambar di bawah ini dan samakan dengan tabel

Nah, selanjutnya silahkan lakukan perhitungan sampai diperoleh nilai rxy.

Nilai hasil perhitungan yang Anda lakukan pada soal nomor satu, kemudian dibandingan dengan nilai r dalam tabel. Tujuannya adalah untuk memutuskan apakah soal nomor 1 valid dan dapat digunakan ataukah tidak.

Syaratnya agar soal dapat dikatakan Valid dan dapat digunakan adalah apabila nilai r yang kita hitung (r hitung) lebih besar (>) dari nilai r yang ada pada tabel.

Bila Anda tidak bisa menentukan berapa besarnya nilai r pada tabel, tenang, Wawasan Edukasi punya tutorialnya.

Cara Menentukan r tabel

Bila soal nomor satu telah diketahui nilai r hitungnya, maka selanjutnya adalah soal nomor 2. Cara menghitungnya sama seperti soal nomor 1. Ulangi langkah dari atas sampai akhir pada soal nomor 2.

Semoga tutorial ini dapat membantu Anda dalam mengerjakan validitas soal. Semoga penelitian Anda dapat berjalan lancar dan tidak ada hambatan. Terimakasih telah bersedia membaca tutorial dari kami.

 

Salam

Wawasan Edukasi

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *