Definisi Sampling, Metode dan Teknik Sampling

Definisi Sampling, Metode dan Teknik Sampling

Wawasan Edukasi – Setiap melakukan penelitian, seorang peneliti pastilah memiliki sebuah obyek penelitian. Obyek penelitian adalah apa saja yang bisa diamati, diambil datanya dan apa saja yang menghasilkan informasi maupun sebuah rumusan masalah. Dalam dunia pendidikan, obyek penelitian pada umumnya adalah peserta didik yang ada disebuah sekolah atau lembaga sekolah yang ada disuatu daerah yang dapat dijadikan objek penelitian bagi seorang peneliti.

Kumpulan obyek yang ada disebuah lokasi atau daerah misalnya kumpulan peserta didik dan lembaga pendidikan disuatu wilayah dalam cakupan yang cukup besar kemudian dikenal dengan istilah populasi. Pemahaman populasi dalam statistik tidak terbatas pada kelompok-kelompok tertentu saja akan tetapi lebih pada keseluruhan ukuran, hitungan, atau kualitas yang menjadi fokus pada penelitian yang akan dilakukan.

Populasi sering juga disebut universe atau sekelompok individu atau objek yang memiliki karakteristik yang sama, misalnya status sosial sama, atau obyek lain yang mempunyai karakteristik sama seperti golongan darah. Oleh karenanya, populasi memiliki kuantitas yang besar sehingga untuk mengetahui sifat dan karakteristik dari suatu populasi, dibutuhkan suatu sampel yang kiranya dapat mewakili masing-masing populasi tersebut.

Sampel merupakan sebagian dari suatu populasi. Tujuan diadakannya sampel adalah sebagai pemberi gambaran tentang populasi yang tengah dikaji. Hal ini berarti suatu sampel harus mengikuti kaidah-kaidah tertentu agar dapat dinyatakan sebagai sampel yang representative. Dengan demikian, makalah ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana teknik pengambilan sampel dalam suatu penelitian agar sampel yang digunakan mampu mewakili populasi yang tengah dikaji.

Definisi Sampel
Suharsimi Arikunto mengatakan bahwa sampel adalah bagian dari populasi (sebagian atau wakil populasi yang diteliti). Sampel penelitian adalah sebagian populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi. Sugiyono memberikan pengertian bahwa sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu, sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif.

Dengan demikian, berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat simpulkan bahwa sampel merupakan bentuk kecil yang mewakili suatu populasi yang sifatnya harus benar-benar representatif agar kesimpulan yang diperoleh dari sampel dapat diberlakukan untuk populasinya.

Tujuan Pengambilan Sampel
Objek penelitian dalam sampel pastinya lebih sedikit dibanding populasi. Hal ini berkenaan dengan tujuan sampel, yaitu :

Masalah biaya
Besar-kecilnya biaya tergantung juga dari banyak sedikitnya objek yang diselidiki. Semakin besar jumlah objek, maka semakin besar biaya yang diperlukan, lebih-lebih bila objek itu tersebar di wilayah yang cukup luas. Oleh karena itu, sampel ialah satu cara untuk mengurangi biaya.

Masalah waktu
Penelitian sampel selalu memerlukan waktu yang lebih sedikit daripada penelitian populasi. Sehubungan dengan hal itu, apabila waktu yang tersedia terbatas, dan keimpulan diinginkan dengan segera, maka penelitian sampel, dalam hal ini, lebih tepat.

Percobaan yang sifatnya merusak
Banyak penelitian yang tidak dapat dilakukan pada seluruh populasi karena dapat merusak atau merugikan. Misalnya, tidak mungkin mengeluarkan semua darah dari tubuh seseorang pasien yang akan dianalisis keadaan darahnya, juga tidak mungkin mencoba seluruh neon untuk diuji kekuatannya. Karena itu penelitian harus dilakukan hanya pada sampel.

Masalah ketelitian
Masalah ketelitian adalah salah satu segi yang diperlukan agar kesimpulan cukup dapat dipertanggungjawabkan. Ketelitian, dalam hal ini meliputi pengumpulan, pencatatan, dan analisis data. Penelitian terhadap populasi belum tentu ketelitian terselenggara. Boleh jadi peneliti akan bosan dalam melaksanakan tugasnya. Untuk menghindarkan itu semua, penelitian terhadap sampel memungkinkan ketelitian dalam suatu penelitian.

Syarat Pengambilan Sampel Sampel
dapat dikatakan sebagai sampel yang representatif terhadap populasi manakala sampel tersebut:

a. Akurasi atau ketepatan
Tingkat ketidakadaan bias atau kekeliruan dalam sampel. Tolak ukur adanya biasa atau kekeliruan dalam sampel adalah populasi. Oleh karena itu, agar sampel dapat memprediksi dengan baik suatu populasi maka sampel harus mempunyai selengkap mungkin karakteristik populasi.

b. Presisi

Presisi mengacu pada persoalan sedekat mana estimasi kita dengan karakteristik populasi. Presisi diukur oleh simpangan baku Makin kecil perbedaan di antara simpangan baku yang diperoleh dari sampel dengan simpangan baku dari populasi, makin tinggi pula tingkat presisinya.
Loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *