Definisi dan Pengertian Motivasi Belajar Siswa

Motivasi Belajar – Kesadaran diri untuk belajar pada anak usia muda sangatlah minim. Banyak diantara mereka tidak memiliki dorongan untuk belajar yang muncul dari dalam diri siswa itu sendiri. Terkadang memang diperlukan sebuah rangsangan agar siswa atau anak dapat terdorong secara mandiri dalam belajar.

Sebuah Dorongan muncul dalam diri seseorang tanpa adanya paksaan sering dikenal dengan istilah motivasi. Istilah motivasi memiliki banyak makna, salah satunya seperti yang dikemukakan oleh Mc Donald yang beranggapan bahwa motivasi merupakan perubahan energy yang terjadi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.

Motivasi yang terdapat dalam diri seseorang sangat bergantung pada psikologis orang itu sendiri. Ada waktu dimana seseorang sedang berada pada kondisi depresi maka pada saat itu pula orang tersebut sama sekali tidak memiliki motivasi. Entah motivasi apa saja itu, yang jelas pada saat depresi, hal yang paling utama dilakukan adalah menghilangkan rasa depresi barulah kemudian secara perlahan motivasi dalam diri seseorang dapat ditingkatkan.

Dalam dunia pendidikan, motivasi sangat erat hubungannya dengan proses pembelajaran. Motivasi belajar sangat diperlukan agar keberhasil proses belajar mengajar dapat tercapai. Jika tadi diawal dikatakan bahwa motivasi adalah dorongan yang muncul dari dalam diri seseorang tanpa ada orang lain yang bisa memaksakannya dalam hal melakukan sesuatu, maka sudah bisa diambil kesimpulan bahwa kaitan antara motivasi dan proses belajar mengajar adalah adanya sebuah dorongan bagi siswa untuk mau melakukan aktivitas belajar. Jika siswa tidak memiliki motivasi pada saat proses belajar mengajar sedang berlangsung, maka siswa tersebut cenderung akan terus diam, atau bahkan dia akan memilih tidur karena merasa tidak termotivasi oleh apa yang sedang dilakukan guru di depan kelas.

Saat ini, para guru telah menyadari betapa pentingnya peran motivasi dalam setiap kegiatan pembelajaran. Banyak diantara mereka melakukan berbagai macam cara untuk menumbuhkan motivasi belajar setiap peserta didik. Salah satunya adalah dengan menggunakan media pembelajaran dan juga memodifikasi metode pembelajaran sehingga menarik perhatian setiap peserta didik.

 

Definisi dan Pengertian Motivasi Belajar

Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Menurut Hamzah B Uno, motivasi seseorang dapat timbul akibat adanya dorongan dari dalam individu itu sendiri, seperti dorongan ingin sukses, ingin berhasil, dan lain sebagainya. Sedangkan belajar merupakan suatu upaya yang dapat dilakukan seseorang untuk merubah dirinya baik dalam segi tingkah laku, kecerdasan, dan lainnya.

Menurutnya, motivasi belajar pada hakikatnya adalah dorongan yang muncul dari dalam diri seseorang (intrinsik/internal) dan juga dari pengaruh luar atau eksternal/ekstrinsik.

Macam-macam Motivasi

Dalam buku yang ditulis oleh Pupuh M. Sobri, Motivasi dibedakan menjadi dua macam, yaitu motivasi yang berasal dari dalam (intrinsic) dan motivasi yang dating dari luar (ekstrinsik)

  • Motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam diri. Motivasi ini muncul tanpa ada orang yang bisa memaksakannya. Biasanya individu yang memiliki motivasi intrinsic ini cenderung akan melakukan sesuatu atas dasar kemauannya sendiri.
  • Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang muncul akibat adanya dorongan dari luar. Diperlukannya ajakan, atau stimulus yang dapat membangkitkan motivasi intrinsic sehingga mau melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak mau dilakukan.

 

Faktor yang Mempengaruhi Motivasi

Menurut pandangan Dister (1994: 72-73), setiap tingkah laku manusia merupakan buah hasil dari hubungan dinamika timbal balik antara tiga faktor. Menurutnya, ketiga faktor tersebut memiliki peranan penting dalam melahirkan setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia. Faktor-faktor tersebut adalah (1) dorongan yang terjadi secara spontan dalam diri manusia, (2) ke-aku-an dari seorang manusia dan yang ke (3) adalah lingkungan dimana orang tersebut tinggal. Lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar peserta didik menurut pandangan Dister dijelaskan sebagai berikut:

Dorongan Spontan Manusia

Adalah dorongan yang secara spontan mendorong atau menggerakkan manusia untuk berbuat sesuatu. Terkadang, dorongan semacam ini tidak dapat dikontrol oleh manusianya itu sendiri. Menurut Dister, dorongan spontan contohnya adalah dorongan seksual, nafsu yang muncul dalam diri seseorang (baik nafsu makan, dan lainnya), kebutuhan untuk tidur.

 

Keakuan Dari Seorang Manusia

Merupakan faktor yang mempengaruhi motivasi setiap orang dan sebagai bentuk penegasan bahwa manusia itu bersifat bebas dan melaksanakan atau menolak apa yang terjadi pada dirinya sendiri atau apa yang akan dilakukan oleh seseorang. Sebagai contoh, ketika Anda sedang lapar, terkadang Anda memiliki keinginan untuk segera makan, dan terkadang juga Anda berkeinginan untuk menunda makan.

 

Situasi dan Lingkungan Manusia itu Tinggal

Menurut Dister, tingkah laku manusia itu tidak akan pernah lepas dari lingkungan sekitarnya. Sebagai contoh dan ilustrasi, “Aku hendak membeli mobil sesuai keinginanku (faktor ke akuan), akan tetapi, beberapa teman menyarankan untuk mengambil mobil yang berbeda dengan keinginanku karena beberapa alasan (faktor lingkungan), meskipun begitu, aku tetap merasa yakin bahwa mobil pilihanku adalah yang terbaik (faktor naluri)”. Dari ilustrasi tersebut terlihat jelas bahwa setiap apa yang hendak kita lakukan, tentu terdapat faktor yang akan mempengaruhinya, tidak terkecuali lingkungan sekitar kita.

 

Teori Kebutuhan Abraham Maslow

Selain faktor-faktor yang telah disebutkan di atas, beberapa hal yang menjadi dasar atau dorongan seseorang melakukan suatu tindakan atau perbuatan tertentu adalah kebutuhan dari setiap masing-masing individu. Berkaitan dengan hal ini, Abraham Maslow memberikan gambaran mengenai kebutuhan setiap individu.

Sebelumnya, perlu diketahu bahwa hirarki kebutuhan Maslow merupakan teori motivasi yang paling terkenal. Hampir semua buku tentang psikologi merujuk teori ini.

Jadi menjadi sangat penting kiranya bagi para guru professional untuk selalu memperhatikan motivasi yang dimiliki setiap individu dalam kelas.  Salah satu siswa yang tidak memiliki motivasi dalam belajar terkadang membuat keberlangsungan proses belajar mengajar menjadi terganggu. Siswa yang tidak memiliki motivasi belajar cenderung akan melakukan sesuatu agar dia tetap merasa betah dikelas. Oleh karenanya tuntutan seorang guru professional bukan hanya bagaimana cara dia mengajar, seberapa dalam dia menguasai materi, akan tetapi tugas yang juga berat bagi guru professional adalah menyelami suasana hati setiap individu dan kemudian perlahan mencari solusi dari permasalah  bagi setiap siswa yang memiliki masalah dalam belajar.

 

Daftar Pustaka

  1. Hamzah B, Uno. 2017. Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara.
  2. Alex Sobur. 2003. Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *